Media Center, Ahad (05/09) Semenjak terpilih,
akhirnya Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Sumenep Periode 2019-2024 resmi
dikukuhkan pada Ahad, (05/09/2021) pagi. Acara tersebut dikemas bersamaan
dengan Temu Triwulan Pimpinan Cabang (PC)-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU
Sumenep, yang ditempatkan di Yayasan Al-Hasanah As-Syafi’iyah Perumahan Batu
Kencana Blok J Kecamatan Batuan Sumenep
Nyai Hj Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd, atau
Nyai Eva, selaku Wakil Bupati Sumenep dan Pembina Fatayat NU Sumenep, dalam
sambutannya menyampaikan beberapa poin penting kepada jajaran pengurus yang
baru dikukuhkan tersebut. Seperti persoalan narkoba yang mulai merambah
kehidupan para remaja, hingga soal penguatan perekonomian di masa pandemi.
“Saya mendapatkan laporan dari BNK beberapa
hari lalu, bahwa ada sekitar 8 anak di bawah umur yang menjadi pecandu narkoba
yang perlu direhabilitasi. Jadi ini bisa menjadi salah satu program bagi
pengurus Fatayat, baik di tingkat PC maupun PAC, bahwa saat ini narkoba tak
hanya dikonsumsi orang dewasa dan berduit. Tapi juga anak remaja, bahkan usianya
masih antara 10 hingga 16 tahun, dan bukan dari kalangan mapan secara ekonomi,”
kata Wabup Eva.
Menurut Wabup Eva, salah satu penyebab
anak-anak di bawah umur itu bersentuhan dengan narkoba hingga menjadi pemakai
dan kecanduan, ialah dari faktor pergaulan.
“Jadi umumnya dari faktor pertemanan, lalu
meningkat pada coba-coba. Sehingga penting untuk diperhatikan, pergaulan
anak-anak kita dengan siapa saja. Perlu ada kontrol yang kuat dari orang tua
pada anak-anaknya. Semua pihak juga perlu dilibatkan, tak hanya orang tua pada
anak, tapi paman atau bibi pada keponakan, dan kenalan-kenalan lainnya bisa saling
menjaga,” imbuhnya.
Efek selanjutnya, menurut Nyai Eva bisa menjurus
pada kriminal. Khususnya bagi yang sudah kecanduan. Dalam kasus yang disebutkannya,
bahkan ada anak yang nekat menjual barang oran tuanya tanpa izin, hanya untuk
membeli barang haram tersebut.
“Sampai ada yang mencuri magic com
kepunyaan ibunya, bahkan sampai ada menjual sepeda motor orang tuanya yang
masih baru, dan dijual jauh di bawah harga yang semestinya,” terang Wabup.
Mirisnya, bahkan di antara 8 anak tersebut,
menurut Wabup ada yang sudah hafidz al-Quran 30 juz, dan hafalannya saat ini justru
hilang sejak menjadi pecandu narkoba. “Saat ini mencoba menghafal lagi. Tapi mau
menghafal satu surat pendek saja masih kesulitan, mungkin efek kecanduan
tersebut. Jadi sekali lagi, mari kita filter keluarga masing-masing, khususnya
anak-anak kita ini,” tambah Wabup.
Selain poin tersebut, Wabup juga menyampaikan
soal penguatan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi. Dalam hal ini
juga penguatan pendanaan bagi kelangsungan kegiatan organisasi, khususnya bagi
kalangan nahdliyin.
“Apa yang bisa bantu, ayo dikomunikasikan. Kalau
misalnya kesulitannya dari sisi permodalan, di BPRS sudah kita persiapkan modal
usaha tanpa bunga, dengan maksimal pinjaman Rp 5 juta. Ini untuk usaha mikro
yang diharapkan mulai bangkit lagi akibat pandemi,” jelasnya.
Wabup mencontohkan bahwa dengan turunnya
level PPKM di Sumenep, terdapat peluang yang bisa diambil dalam membangkitkan
ekonomi mikro. Seperti dibukanya kembali tempat wisata, pusat oleh-oleh, dan
dibolehkannya menggelar acara terbatas dengan tetap menggunakan protkes yang
ketat.
“Apalagi dalam webinar saya ikuti tiga hari
lalu bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pak Sandiaga Uno
menyampaikan bahwa Indonesia masih menempati rangking terbesar eksportir makanan.
Jadi peluang masih cukup bagus, dan potensi di daerah masing-masing di Sumenep
khususnya ini, mari dikembangkan,” ajak Wabup.
Dalam penutupnya, Wabup berharap semua
pengurus bisa menjalankan roda organisasi sesuai cita-cita bersama Nahdlatul
Ulama.
Perlu diketahui, Pengurus Pimpinan Cabang
Fatayat NU Sumenep 2019-2024 diketuai oleh H. Dina Kamilia ST, dan Sekretarisnya
Yusnaniyah, SHI. Hadir juga dalam acara tersebut Elly Rosidah dan jajaran
Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur selaku yang mengukuhkan, dan
juga Ketua PCNU Sumenep H. Panji Taufiq.
(Han)