Sumenep-Kominfo News Room : Penguatan modal yang sudah dikucurkan selama tahun 2006 lalu mencapai Rp.1,3 milyar lebih, padahal plafon yang tersedia sebesar Rp. 1,5 milyar, sehingga penguatan modal 2006 masih tersisa sekitar Rp. 2 juta. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wachdin, MM. Salimin menuturkan, penguatan modal itu diberikan kepada 140 nasabah, yang mengajukan permohonan bantuan modal. Kemudian, sistem pengembaliannya tidak terlalu membebani para nasabah, karena pengembalian itu bersifat bertahap, yakni untuk bulan pertama hingga ketiga setelah penguatan modal dicarikan, nasabah hanya membayar bunganya saja, selanjutnya bulan ketiga hingga bulan kesepuluh nasabah baru membayar uang pokok dan uang hutang. Seperti halnya jika nasabah meminjam Rp. 1 juta, maka bulan pertama hingga ketiga hanya membayar Rp. 5.000,00, kemudian bulan ketiga hingga kesepuluh baru membayar Rp. 105.000,00. Salimin menandaskan, dalam pengucuran penguatan modal itu tidak dilakukan sembarangan, tapi melalui mekanisme yang sudah ditetapkan, yakni sejak adanya pengajuan dari nasabah, maka pihak koperasi akan melakukan tinjauan lapangan terhadap lokasi kediaman atau usaha nasabah. Apabila dinilai layak mendapatkan penguatan modal, maka pihaknya baru bisa mencairkan penguatan modal tersebut. Salimin selanjutnya menjelaskan, dalam proses pengucuran penguatan modal tersebut, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pencairan, tapi terlebih dahulu melakukan koordinasi atau rapat dengan Instansi terkait, setelah melayangkan pengajuan pengucuran modal kepada Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. ( Nita, Esha )