Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-05-2006
  • 447 Kali

Pengrajin Sarung Keris Bluto Belum Diberdayakan

DPRD Sumenep News : Keberadaan pengrajin sarung keris di Desa Aeng Baja Raja Kecamatan Bluto tampaknya kurang mendapat perhatian pemerintah. Terbukti, hingga saat ini keberadaan mereka belum mendapatkan pembinaan, keterampilan dan bantuan modal usaha. Padahal, hasil produksi pengrajin sarung keris sudah diakui dan dikenal sebagai salah satu bagian industri tradisional khas Sumenep. Saat ini kondisi para tenaga terampil pengrajin terpacah-pecah tidak terkonsentrasi dalam satu pusat industri. Mereka melakukan proses produksi di rumah masing-masing dan frekuensinya disesuaikan dengan jumlah pesanan yang ada. Hal itu disebabkan, karena para pengrajin belum menemukan daerah atau tujuan pemasaran yang permanen. Menurut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigras ketika itu, pengrajin sarung keris saat ini sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah. Setidaknya terhadap mereka pemerintah dapat memberikan pembinaan dan bekal modal usaha. Setelah mendapat penjelasan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan melihat secara langsung kondisi di lapangan, Komisi D DPRD Sumenep akhirnya memutuskan untuk merekomendasikan penyelesaian masalah yang dihadapi para pengraji ke eksekutif. Isi rekomendasi dengan nomor 188//Rek.27/435.040/2006 menyebutkan, "Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait diharapkan untuk melaksanakan pembinaan manajemen, keterampilan, dan bantuan modal usaha bagi para pengrajin sarung keris di Desa Aeng Baja Raja Kecamatan Bluto". Mengingat kendala utama terletak di pemasaran, maka untuk itu mengharapkan pemerintah Kabupaten membantu mencarikan jalan alternatif untuk pemasaran produk kerajinan keris sarung keris. Selain itu, para pengrajin diupayakan dapat menyatukan diri dalam sebuah kelompok untuk memudahkan pembinaan dan peningkatan daya tawar. (Mam, Bagian Humas dan Publikasi DPRD Sumenep)