News Room, Jum’at ( 29/04 ) Kerajinan membuat perahu layar yang dilakukan masyarakat di Desa Bringsang Kecamatan Giligenting merupakan ketrampilan yang turun temurun. Sebab, mayoritas masyarakat di Desanya memang melaut dan merantau ke berbagai kota, seperti Jakarta, Kalimantan, Sulawesi dan berbagai daerah lain di Indoensia. Sementara sebagian masyarakat yang ada di Desa Geddugan, disamping melaut mereka bekerja membuat perahu yang tidak hanya pesanan dari juragan di Desanya maupun Desa tetangga di Giligenting, namun dari pesanan perahu juga banyak datang dari luar, seperti Saronggi, Bluto, Talango dan sebagainya. “Apalagi akhir-akhir ini masyarakat yang bekerja keluar kota seperti ke Jakarta dalam beberapa tahun terakhir frekuensi berkurang, sehingg mereka tetap memiliki kegiatan selama di Desanya,”ujar Kepala Desa Bringsang, Sutlan, SE kepada News Room tadi siang, Jum’at (29/04). Dalam pembuatan kapal kayu yang ukurannya cukup besar biasanya dikerjakan berbulan-bulan bahkan tahunan. Sebab, disamping diperlukan perhitungan yang matang, pembuatan perahu tidak bisa sembarang jenis dan ukuran kayu digunakan. Jadi, bentuk dan ukurannya memang benar-benar merupakan hasil pertimbangan dari desain yang dipilih oleh pemilik. Karena itu, kwalitas dan hasil pembuatn kapal-kapal dari Desa Beringsang bisa menjelah seluruh Indonesia bahkan keluar negeri. “Kami berharap hasil karya dan kerajinan membuat kapal di Desanya bisa menjadi potensi Desanya sebagai pengrajin kapal terbaik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )