News Room, Sabtu ( 07/05 ) Para pengrajin alat-alat dapur di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget mengalami kelesuan menjalankan usahanya dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, jumlah pembeli alat-alat dapur tradisional ini mengalami penurunan drastis dari sebelumnya. Salah seorang pengrajin dan pengusaha alat dapur di Desa Kalianget Timur, Ahmad (45) mengaku mengalami kemacetan usahanya sejak 3 bulan lalu. Padahal pihaknya mempekerjakan 5 orang yang setiap masuk kerja. “Tapi dengan berkurangnya pemesan para pekerja terpaksa masuk dengan bergilir bahkan hasilnya tidak sebanyak seperti pada saat pemesan ramai,”ujarnya. Menurutnya, berkurangnya pemesan alat dapur yang merupakan para pedagang di pasar anom maupun pedagang dari luar Sumenep, karena di pedagang juga sepi pembeli, sehingga otomatis mereka mengurangi stok dagangannya. Ada kemungkinan anjloknya pemasaran alat-alat dapur tersebut karena hasil tanam masyarakat petani berkurang karena cuaca selama ini kurang mendukung. Sebab, para pembeli alat dapur tersebut juga banyak dari kalangan petani dan sebagainya. Hal yang sama juga diungkapkan pengusaha lainnya, Molyadi (42th) yang mengaku tidak hanya kekurangan pembeli namun dari sisi modal dan hasil yang diperoleh juga berkurang. Sebab, hukum pasar, jika barang banyak pembeli sedikit jelas mengurangi nilai jual. Sementara bahan bakunya harganya malah semakin naik. Namun pihaknya tetap berupaya bertahan hingga situasinya nanti normal kembali. Sebab, konsekuensi usahanya memang seperti itu sejak puluhan tahun silam. Bahkan, sempat banyak yang gulung tikar, lantaran modal yang dimiliki habis untuk kebutuhan hidup, namun kemudian bangkit kembali ketika situasinya bagus kembali. Meskipun kondisi seperti itu tegas Mulyadi pihaknya tidak pernah mengurangi kwalitas barang yang diproduksi. Karena alat dapur Kalianget ini memang tidak bisa merubah ciri khas dalam pembuatannya. Sebab, itu sudah menjadi modal dasar untuk mempertahankan kwalitas. ( Ren, Esha )