News Room, Kamis ( 09/10 ) Mahalnya biaya pengobatan medis, membuat sebagian masyarakat mencari pengobatan alternatif yang masih terjangkau, khususnya mereka yang memiliki isi kantong pas-pasan. Terbukti, banyak praktek penyembuhan alternatif, seperti akupuntur yang banyak dipercaya ampuh menyembuhkan berbagai penyakit koroner, sehingga wajar jika saat ini menjadi sasaran para pencari sehat ini. Seperti yang terjadi di salah satu klinik pengobatan alternatif yang ada di Jl. Berlian Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Sumenep. Setiap harinya hampir dipastikan tidak pernah sepi dari pasien yang hendak mencoba maupun yang sudah menjadi langganan pengobatan kesehatan dengan sistem terapi itu. Ditemui News Room disela-sela aktifitasnya, Firman Taufik, yang lebih dikenal dengan Tabib Firman ini mengaku, pihaknya cukup kewalahan juga dengan banyaknya pasien, utamanya setelah lebaran dan dua pekan sebelum lebaran. Tak hanya dari Kabupaten Sumenep, namun dari luar daerah juga banyak yang datang untuk berobat. â€ÂKami mengobati orang sakit yang biasanya sudah parah dan mengaku beberapa kali ditangani secara medis, namun tidak sembuh-sembuh. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, melalui keahlian saya dengan menggunakan alat tradisional dan modern, mereka setidaknya berangur-angsur sembuh,â€Âujar Firman Taufik Profesi yang dijalaninya sejak tahun 1990-an ini, menurut Firman sebenarnya merupakan warisan dari kakek dan ayahnya. Akhirnya dengan terpaksa beralih dari profesi sebelumnya sebagai guru, karena ternyata lebih banyak dibutuhkan untuk menolong orang yang menderita karena penyakit. Diakuinya, itu merupakan panggilan jiwa dan ada kepuasan tersendiri ketika berhasil membantu penyembuhan orang. Dan itu telah menyeretnya untuk terus menekuni dunia penyembuhan alternatif. Karena selain membantu orang lain, asap dapur sendiri juga bisa tetap mengepul. Salah seorang pasien asal Desa Juluk Kecamatan Saronggi, Hanif yang sudah cukup lama menderita asma mengaku diberi informasi kerabatnya yang sering mengantar orang sakit kesana. Apalagi dari ceritanya, cara pengobatannya agak langka namun manjur. Ternyata sekali mencoba, rasa sakitnya ketika sesak sedikit berkurang. Hanif berharap perlahan-lahan kesehatannya akan kembali pulih. ( Ren, Esha )