News Room, Kamis ( 26/02 ) Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak potasium di wilayah perairan kepulauan tetap marak, padahal lokasi penangkapan ikan itu sangat berdekatan dengan aliran pipa gas bawah laut, seperti yang menyuplai gas dari pulau Pagerungan ke Porong Sidoarjo. Tokoh Masyarakat kepulauan, Ali Daeng Sandrek mengatakan, jika aksi pengemboman itu tidak dihentikan, akibatnya sangat fatal, sebab bisa mengancam kebocoran pipa gas yang berada disepanjang 500 kilometer. Bahkan, bisa saja meledak, sehingga akan membahayakan kebakaran perusahaan minyak dan gas (migas) Pagerungan tersebut. â€ÂPengeboman ini berlangsung setiap hari, dan ini yang sangat mengkhawatirkan kita masyrakat nelayan kepuluauan,â€Âtegsanya. Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wahdin, M.Si mengatakan, untuk menekan penggunaan bahan peledak, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan sudah melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat nelayan, namun nampaknya masyarakat tidak mengindahkannya. Salimin Saad Wahdin menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menangkap nelayan yang menggunakan bahan peledak, sebab yang berhak melakukan penangkapan itu petugas dari Polairud, sementara pihaknya hanya melakukan pemantauan saja. â€ÂNamun pemantauan kita hanya sewaktu-waktu saja, tidak bisa terus menerus, sebab biasanya mereka beroperasi secara sembunyi-sembunyi,â€Âtegasnya. Salimin Saad Wahdin menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Polairud, Badan Lingkungan Hidup dan Polsek setempat untuk menghentikan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak potasium. ( Yasik, Esha )