Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-11-2008
  • 586 Kali

Pengerukan Lumpur Sungai Masih Dilakukan Secara Manual

News Room, Selasa ( 25/11 ) Pengerukan lumpur sungai di beberapa lokasi sungai di Kabupaten Sumenep selama ini masih dilakukan secara manual. Sebab, selama ini Dinas PU Pengairan masih belum memiliki alat berat seperti traktor dan sebagainya untuk melakukannya. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir.Moh.Jakfar, MM ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/11) mengakui, meskipun nantinya menggunakan alat berat, hanya daerah tertentu saja yang bisa dijangkau. Sebab kondisi sungai seperti di Kecamatan Lenteng misalnya, kondisi sungainya cukup besar dan dalam. Sehingga membutuhkan alat yang memang benar-benar besar yang bisa menjangkau lumpur sungai. Karena itu, sementara waktu yang dilakukan secara manual. Disamping itu, tegas Jakfar, dengan cara manual juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar dengan cara bergotong royong dengan tetap mendapat bayaran sebagaimana layaknya pekerja lainnya. “Selama ini kita lebih pada pemberdayaan masyarakat, karena manfaatnya juga lebih dirasakan masyarakat. Masyarakat akan lebih merasa memiliki dan menjaga sungai dari pembuangan sampah yang bisa menimbun lumpur,” ujar Jakfar. Pengerukan lumpur dilakukan dua kali setiap tahunnya, yakni di musim kemarau dan menjelang musim penghujan. Dimungkinkan, jika nantinya disetujui oleh pihak legislatif, tahun 2009 pihaknya akan mengusulkan pembelian alat berat. Untuk melakukan pengerukan di sungai-sungai yang membutuhkan pengerukan skala besar dan bisa dijangkau mesin traktor itu. Sementara untuk pembangunan embong-embong baru saat ini sudah mulai dilakukan di beberapa Desa. Hal itu diharapkan akan ada penampungan air untuk mencegah kekeringan pada musim kemarau. ( Ren, Adjie )