Sumenep-Kominfo News Room : Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia, memerlukan perlakuan khusus yakni dengan kegiatan penelitian dan pengembangan pengaplikasian. Ini penting, karena TIK memiliki peran dan mampu memberikan peluang dan akses luas kepada masyarakat. “Dengan kemampuan TIK yang luas, akan banyak potensi yang bisa dikembangkan. Selain itu, pengembangan TIK akan dapat menjadi wahana pembelajaran yang berkesinambungan dalam dimensi sosial dan visual, serta dinamis yang cepat dan akurat,†kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Prof. Dr. Muh. Nuh, DEA dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Bidang Hubungan Internasional dan Kesenjangan Digital, Dr. Moedjiono, MSc pada Seminar Nasional dan Teknologi Informasi 2007 di Kampus Stikom Surabaya, Rabu (22/08). Dalam percaturan global, Indonesia perlu melakukan upaya terbaik untuk memperbaiki kondisi TIK-nya. Jika dilihat dari bidang daya saing pada 2005, Indonesia menempati posisi ke 60 dari 61 negara, bidang kesiapan TIK secara keseluruhan menempati posisi ke 60 dari 65 negara, bidang pengembangan SDM menempati peringkat ke 110 dari 117 negara, sedang bidang derajat masyarakat informasi menempati peringkat ke 54 dari 54 negara. “Keterbelakangan posisi ini jangan membuat surut langkah kita dalam pengembangan TIK. Jadikan hal ini justru sebagai motivasi untuk terus mengembangkannya,†harapnya. Saat ini, pemerintah berupaya mengembangkan TIK di seluruh kab/kota di Indonesia. Langkah pertama yang sudah dilakukan yakni terbentuknya Dewan TIK Nasional (Detiknas) pada November 2006. Dewan yang dipimpin langsung Presiden RI ini telah menetapkan tujuh program unggulan, di antaranya e-Education yakni pemanfaatan TIK di bidang pendidikan. â€Salah satu bentuk kongkret yang sudah dilakukan yakni kerjasama Departemen Kominfo dengan Pemprop Jogjakarta yang akan menempatkan jaringan lokal antar SD dan SMP. Program ini akan diawali pada 2008 dan selanjutnya akan dikembangkan di seluruh kab/kota di Indonesia,†katanya. Kepala Bagian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Stikom, Rudy Setiawan mengatakan, latar belakang digelarnya seminar didasari dari kebutuhan akan SDM yang berkualitas, berkompetensi, dan berdaya saing tinggi. â€Teknologi yang disampaikan dalam seminar ini lebih banyak pada aplikasi teknologi tepat guna,†katanya. Rudy berharap, hasil dari seminar ini akan bermanfaat dalam mendorong pengembangan SDM di Indonesia serta meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat dalam memberikan aplikasi terbaru di bidang TIK. Staf ahli Bidang Hubungan Internasional dan Kesenjangan Digital, Dr Moedjiono MSc saat mebacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Prof. Dr. Muh. Nuh, DEA pada Seminar Nasional dan Teknologi Informasi 2007 di Kampus Stikom Surabaya, Rabu (22/08). ( JNR,Ong )