News Room, Jumat ( 03/10 ) Potensi produksi jagung di Kabupaten Sumenep memiliki areal yang sangat luas, sehingga menjadikan produksi jagung terbesar di Jawa Timur. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya memaksimalkan potensi yang ada menjadi lebih memiliki nilai tambah dengan pengelolaan jagung sebagai konsumsi masyarakat. Melalui Bidang Penilitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Sumenep melakukan kerjasama dengan Lembaga Peneliti (LIPI) Subang dalam melakukan kajian untuk mengembangkan pemanfaatan jagung menjadi produk olahan yang lebih memiliki nilai tambah. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Sumenep, Drs. H. Sutrisno, M.Si kepada News Room mengakui, selama ini khususnya di Sumenep, jagung hanya dimanfaatkan untuk makanan ternak dan untuk konsumsi masyarakat dalam bentuk beras jagung. Namun, setelah dilakukan penelitian, ternyata jagung bisa dijadikan berbagai aneka makanan olahan, seperti halnya mie kering, snack mie, dan spaghetti. “Pengembangan produk berbasis jagung ini untuk menjawab tantangan pengembangan produk berbahan baku komoditas unggulan lokal, seperti jagung dan singkong,”ungkapnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Anggrek Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi ini, ternyata dapat terealisasi dengan baik. Karena sudah dilakukan kajian dari pihak LIPI, dengan dana sharing bersama Bappeda Sumenep. Bahkan, hasilnya sudah dijual di sejumlah toko di Sumenep dan sekitarnya. Apalagi, produk makanan berbahan jagung ini memang disediakan sebagai produk pangan non gandum, yang merupakan produk alternatif bagi penggemar mie, dengan tetap aman mengkonsumsi, utamanya bagi masyarakat yang memiliki riwayat kesehatan kurang beruntung. Karena, bahan yang digunakan murni berbahan jagung, dan tanpa bahan pewarna dan pengawet makanan. Bahkan, dalam rangka mempromosikan produk olahan berbahan jagung tersebut, akan dilaksanakan promosi di Pasar Minggu dalam waktu dekat, sehingga masyarakat Sumenep khususnya, bisa lebih tahu dan bisa berbangga memiliki unggulan produk sendiri. Dari pengakuan LIPI, makanan mie berbahan jagung produk Sumenep ini baru pertama kali ada di Indonesia. ( Ren, Esha )