News Room, Senin ( 08/12 ) Pimpinan Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep, akan mengusulkan pengembangan bandara tersebut ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2015. Kepala Satuan Kerja (Satker) Bandara Trunojoyo Sumenep, Dwi Ariyanto menjelaskan, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memang telah melakukan pembayaran atas lahan yang dibebaskan untuk pengembangan Bandara Trunojoyo. Namun, syarat yang harus dipenuhi dalam pengusulan itu, adalah tanah yang sudah bersertifikat. “Selama lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah pada tahun ini sudah bersertifikat, kami siap mengusulkan program pengembangan Bandara Trunojoyo ke Kemenhub pada 2015. Itu syarat yang harus dipenuhi,”kata Dwi Ariyanto, Senin (08/12). Satker Bandara Trunojoyo merupakan institusi kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub yang ada di Sumenep. Menurutnya, Kemenhub bisa mengalokasikan dana pengembangan Bandara Trunojoyo selama lahan yang disiapkan oleh pemerintah daerah itu sudah bersertifikat. “Lahan yang bersertifikat tersebut merupakan syarat wajib. Pada awal tahun ini, kami sebenarnya sudah mengusulkan program pengembangan Bandara Trunojoyo ke Kemenhub. Namun, usulan tersebut ditolak akibat belum ada lahan yang disiapkan untuk pengembangan Bandara,”terangnya. Dwi berharap Pemerintah Daerah bisa secepatnya menyelesaikan sertifikasi lahan yang dibebaskan pada tahun ini, supaya bisa dijadikan modal untuk pengajuan program pengembangan Bandara ke Kemenhub. “Kalau belum ada sertifikatnya, kemungkinan besar usulan kami akan ditolak lagi. Oleh karena itu, kami minta Pemerintah Daerah segera menyelesaikan sertifikasi lahan yang dibebaskan pada tahun ini dan selanjutnya akan digunakan oleh kami untuk mengusulkan program pengembangan Bandara,”pintanya. Sesuai hasil koordinasi antara pemerintah daerah dengan Satker Bandara Trunojoyo, lahan yang dibebaskan pada tahun ini akan digunakan untuk menambah panjang landasan pacu pesawat yang saat ini sekitar 1.160 meter menjadi 1.400 meter dan membangun fasilitas pendukung lainnya, seperti tempat parkir pesawat. ( Nita, Esha )