News Room, Selasa ( 11/06 ) Pengelolaan hutan mangrove di Kabupaten Sumenep perlu terus dilakukan dalam melestarikan ekosistem mangrove yang ada di sejumlah wilayah, khususnya di kepulauan Sumenep. Karena itu, kesadaran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan mangrove, yang selama ini telah banyak berfungsi dalam menghindari kerusakan pantai dan bencana lainnya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekdakab Sumenep, Ir. M. Syahrial, MM pada acara pembukaan Sosialisasi Pengelolaan Hutan Mangrove yang dilaksanakan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Bali, di Hotel C 1 Sumenep, Selasa (11/06) menegaskan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat betul-betul memiliki kesadaran dalam pengelolaan hutan mangrove, baik yang dilakukan secara swakelola maupun yang merupakan inisiatif dari pemerintah. “Seperti diketahui bersama, di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi hutan mangrove, khususnya di 9 kepulauan di Sumenep perlu terus dilestarikan dan dikembangkan,”ujarnya. Sementara Kepala Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Bali, Ir. Murdoko menjelaskan, dalam melaksanakan sosialisasi pengelolaan hutan mangrove, pihaknya telah menggandeng berbagai elemen, baik instansi terkait, para pakar, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat serta pengelola industri yang ada. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap adanya masukan dari semua pihak untuk berdiskusi mencari solusi terhadap persoalan mengenai pengelolaan hutan mangrove,”ujarnya. Disamping itu, hal tersebut sebagai sarana komunikasi dan informasi dari berbagai pihak, baik soal kebijkan dari pemerintah maupun hal-hal yang dihadapi dalam pengelolaan hutan mangrove, baik untuk kelestarian alam maupun untuk manfaat secara ekonomi. ( Ren, Esha )