Sumenep-Kominfo News Room : Penyaluran bantuan langsung tunai (SLT) di Kecamata Sapeken masih menuai persoalan, buktinya meski BLT sudah dicairkan, namun masyarakat Desa Sapangkor Kecil tidak menerima kucuran dana bantuan langsung tunai tersebut. Menurut Koordinator Pusat Study Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan (PSPMK), Rahmatul Ummah mengatakan, kendati KKB di kepulauan Sapeken mencapai 11.000 lebih, namun masyarakat Desa Sapangkor Kecil tidak satupun menerima KKB (Kartu Kompensasi Pengurangan BBM), sehingga meraka tidak mendapatkan kucuran bantuan langsung tunai. Padahal, sebelumnya masyarakat di Desa tersebut telah dilakukan pendataan, dengan jumlah penerima sebanyak 99 rumah tangga miskin (RTM). Rahmatul Ummah menjelaskan, akibat tidak mendapatkan KKB tersebut, masyarakat merasa dipermainkan oleh BPS, sebab BPS-lah yang mencoret nama-nama masyarakat penerima di Desa Sapangkor Kecil. Bahkan menurut Rahmatul Ummah, karena masyarakat setempat tidak menperoleh BLT, mereka tidak akan membayar pajak dan tidak akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan lainnya. Ditempat terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Sutarjono mengemukakan, pihaknya tidak pernah mencoret nama-nama masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BLT, sebab semua pendataan yang telah diserahkan ke BPS pada tahap kedua kesemuanya telah disampaikan kepada BPS Propinsi Jawa Timur dan Pusat. Sutarjono menerangkan, kalau saja pihaknya pada tahap verivikasi kedua mencoret sebagian masyarakat penerima, tidak mungkin masyarakat penerima BLT jumlahnya lebih besar dari pendataan tahap pertama. Menyinggung dengan munculnya persoalan tersebut apakah masyarakat Sapangkor Kecil akan menerima BLT, Sutarjono mengakui tidak mungkin mereka memperoleh dana BLT, karena untuk penerimaan BLT ini tidak ada lagi tahap susulan selanjutnya. ( Yasik, Esha )