News Room, Selasa ( 30/06 ) Pemanfaatan penerbangan perintis di jalur Sumenep-Surabaya cukup bagus, yakni rata-rata 70 persen dari jumlah kursi setiap kali penerbangan. Prosentase itu lebih tinggi dibanding jalur Sumenep-Jember yang hanya mencapai 45 persen, dari jumlah kursi yang tersedia pada setiap kali penerbangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadillah, M.Si mengakui, pemanfaatan penerbangan perintis yang cukup bergairaih hanya di jalur Sumenep-Surabaya, sedangkan Sumenep-Jember, hingga sekarang belum maksimal.
"Sesuai hasil analisa kami, faktor penyebab masih rendahnya jumlah penumpang di jalur Sumenep-Jember, dikarenakan penumpangnya lebih bersifat pribadi,"kata Fadillah, Selasa (30/06).
Sementara jalur Sumenep-Surabaya, pemanfaat penerbangan perintis tersebut lebih beragam, yakni pejabat, pebisnis, maupun warga yang ke Surabaya dalam rangka transit untuk bepergian ke daerah lainnya dengan menggunakan jasa pesawat.
Penerbangan perintis dengan rute Sumenep (Bandara Trunojoyo)-Jember (Bandara Notohadinegoro) dilayani oleh pesawat Cessna Grand Caravan milik PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
Untuk rute Bandara Trunojoyo Sumenep-Bandara Internasional Juanda Surabaya yang menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang itu dijadwalkan 2 kali seminggu, yakni hari Kamis dan Jumat, dan rute Sumenep-Jember hanya satu kali seminggu, yakni hari Kamis.
Harga tiket rute Bandara Trunojoyo Sumenep-Bandara Internasional Juanda Surabaya sebesar Rp. 270.000,00 per-penumpang dan Sumenep-Jember sebesar Rp. 235.000,00 per-penumpang. Waktu tempuh penerbangan perintis di jalur Sumenep-Surabaya maupun Sumenep-Jember pada kisaran 30 menit hingga 45 menit. ( Nita, Esha )