News Room, Rabu ( 09/02 ) Pendistribusan paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram pada warga masyarakat di Kecamatan Sapeken (pulau Sapeken) menimbulkan persoalan, sebab sejumlah warga berebutan untuk mendapatkan pembagian tabung gas elpiji 3 kilogram yang didistribusikan oleh pihak perusahan distributor pada warga masyarakat penerima. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep ssal kepulauan, Badrul Aini mengatakan, pemicu persoalan pembagian paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, karena pihak perusahaan pendistribusi paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, dalam membagikan paket perdana tabung tersebut tidak sesuai dengan data masyarakat penerima dimasing-masing Desa. Perusahaan distribusi paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, hanya menyediakan sebanyak 3.000 paket untuk dibagikan pada masyarakat. Padahal, jumlah masyarakat Kecamatan Sapeken yang direncanakan memperoleh bantuan paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram itu sebanyak 14.000 Kepala Keluarga (KK) . ”Disinilah awal persoalannya, gara-gara pembagian hanya 3.000 paket untuk 9 Desa yang tidak sesuai dengan data penerima, membuat masyarakat saling berebutan, bahkan warga di Desa Saseil dan Tanjung Kiaok sempat adu fisik untuk mendapatkan paket perdana tersebut. Semestinya pihak perusahaan pendistribusian itu, dalam kegiatan sosialiasinya pada masyarakat, memberikan penjelasan bahwa pembagian tabung tersebut dilakukan secara bertahap, agar masyarakat tidak resah gara-gara khawatir mereka tidak menerima paket perdana tabung gas elpiji,”tegasnya. Badrul Aini menyatakan, pihak terkait harus segera memberikan pengertian pada masyarakat, agar tidak menimbulkan keresahan, apalagi saat ini sudah ada sejumlah Kepala Desa yang menolak pendistribusian paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, apabila pendistribusiannya tidak sesuai dengan data penerima. ”Kami di Komisi sudah menerima surat permohonan Kepala Desa untuk menolak pendistribusian paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, manakala pembagiannya tidak dilakukan secara serentak, sebab Kepala Desa takut masyarakatnya kecewa dan marah,”ungkapnya. Semenetara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si mengungkpakan, pihaknya meminta masyarakat Kecamatan Sapeken bersabar, sebab pembagian paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram dilakukan secara bertahap, hingga masyarakat yang terdata menerima semua bantuan tersebut. ”Kami harapkan masyarakat untuk bersabar, hanya menunggu waktu pembagiannya saja, karena bagaimanapun juga, masyarakat yang memang layak mendapat paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram pasti memperoleh bantuan tersebut,”imbuhnya. H. Syaiful Bahri menambahkan, data masyarakat Kecamatan Sapeken yang memperoleh paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram yang semula 14.000 KK, namun setelah dilakukan verifikasi oleh konsultan sebanyak 10.000 lebih dan sisanya sekitar 4.000 KK dinyatakan tidak layak menerima paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram. Sebab, berdasarkan persyatannya, warga yang memang layak menerima paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, diantaranya warga yang murni menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangganya, dan biaya pengeluaran rumah tangga setiap bulan di bawah Rp. 1 juta. ”Rumah tangga yang menggunakan minyak tanah dan gas untuk kebutuhannya memang tidak memperoleh paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, sebab mereka sudah menggunakan gas, dan rumah tangga yang biaya pengeluaran diatas rata-rata Rp. 1 juta setiap bulan, juga tidak mendapat paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram,”tambahnya. ( Yasik, Esha )