Sumenep-Infokom News Room : Rendahnya sistem pendidikan di Kabupaten Sumenep, ternyata berdampak buruk terhadap perkembangan pendidikan karena pendidikan saat ini dinilai masih dibawah standart, sehingga peningkatan mutu kualitas pendidikan belum tercapai. Dalam rangka mengantisipasi hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja Sumenep, kemarin (Sabtu, 03/09), menggelar Seminar Pendidikan, yang bertajuk Realisasi Pendidikan di Era Otonomi Daerah. Seminar yang digagas BEM Universitas Wiraraja itu, mewarnai prosesi Pelantikan Anggota BEM Universitas Wiraraja periode 2005 – 2006, yang dikukuhkan secara langsung oleh Rektor Unija. Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Unija Abd. Wahid menuturkan, seminar itu dilakukan karena pihaknya merasa khawatir terhadap perkembangan pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran. Karena menurut Wahid, pendidikan saat ini hanya mengutamakan kuantitas dari pada peningkatan mutu kualitas. Terbukti masih melambungnya biaya pendidikan, seperti halnya mahalnya biaya pembangunan biaya pembangunan dan harga buku. Padahal pemerintah pusat sudah mengucurkan bantuan kepada masing-masing lembaga pendidikan. Sehingga bantuan itu terkesan tidak tepat sasaran. Wahid menjelaskan seharusnya instansi terkait betul-betul melakukan pengawasan terhadap mekanisme yang dilakukan tiap sekolah, sehingga peran pendidikan di era otoda bisa dirasakan dan menyentuh masyarakat menengah ke bawah. Bahkan Wahid berharap kepada Dinas Pendidikan supaya memperhatikan hal itu, agar peningkatan mutu kualitas pendidikan benar-benar tercapai, sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia, khususnya Sumenep. Seminar pendidikan yang diadakan di Graha Unija tersebut, menghadirkan 3 nara sumber yakni Indah Dwi Qurbani, SH Dosen Unija, Moh. Ali Al-Humaidi Dosen STAIN Pamekasan dan Imam Budi Kasie Sosial Budaya Dinas Pendidikan Sumenep. ( Nita, Diek )