Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-11-2017
  • 1009 Kali

Penderita Kusta Di Sumenep Harus Aktif Memeriksakan Diri

Media Center, Jum’at ( 17/11 ) Jumlah penderita penyakit kusta di Kabupaten Sumenep khususnya di tahun 2017 cenderung meningkat. Dari data yang ada di tahun 2015, jumlah yang terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep sebanyak 424 orang, dan jumlah penderita kusta baru di tahun 2016 sebanyak 361 orang.

Sementara dari 109 penderita merupakan sisa di tahun 2015. Sehingga, apabila dijumlahkan saat ini menjadi 470 penderita.

Sesuai data di Dinkes Sumenep, dari jumlah penduduk sebanyak 1.072.113, yang terdaftar sebagai penderita kusta ialah 470 orang. Data itu menunjukkan, per 10 ribu penduduk, sebanyak 4,38 persen terjangkit kusta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fatoni, M.Si melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumenep, dr. Dwi Regnani, M.Kes, kepada wartawan, Jum’at (17/11) mengungkapkan, salah satu faktor meningkatnya penderita kusta karena petugas kesehatan kurang aktif mencari dan menemukan penderita kusta untuk ditanggulangi.

“Syukurlah, saat ini masyarakat sudah banyak yang sadar dan mau berobat ke Puskesmas, sehingga bisa segera tertangani.”ungkapnya.

Sementara berdasarkan data di Dinkes, diketahui bahwa angka kematian akibat penyakit kusta per 10 ribu penduduk ialah 3,37 persen. Sedangkan dari jumlah penderita yang terdaftar itu, sebanyak 5,21 persen mengalami cacat. Kemudian jumlah anak-anak terjangkit kusta sebanyak 7,38 persen.

Lebih lanjut Regnani menjelaskan, jika penyakit kusta adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Kusta ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae yang menyebabkan mutilasi atau hilangnya anggota tubuh yang terkena, dan bisa menular.

“Sehingga kami menyarankan petugas untuk melakukan jemput bola dan masyarakat juga proaktif memeriksakan kesehatannya di Puskesmas.”tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Sumenep, H. Badrul Aini, mengaku menerima laporan dari masyarakat, jika di Desa Torjek Kangayan, setidaknya ada 20 warga positif terjangkit kusta dan itu berada di satu desa. Sehingga, pihaknya berharap petugas segera mendeteksi dan melakukan langkah-langkah agar penderita kusta di sana tidak semakin bertambah.

“Harapan kami petugas dari Dinas Kesehatan segera bertindak agar penderita kusta di sana tidak semakin meluas,”tambahnya. ( Ren, Fer )