News Room, Rabu ( 01/12 ) Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sumenep, sejak tahun 2002 hingga bulan Nopember 2010, mencapai 28 orang. Sesuai data dari Dinas Kesehatan setempat, jumlah penderita itu tiap tahunnya selalu bertambah. Pada tahun 2002 sampai 2006 setiap tahunnya ditemukan masing-masing 1 orang penderita, tahun 2007 nihil, dan tahun 2008 ditemukan 2 orang. Namun, peningkatan tajam penderita HIV/AIDS terjadi sejak tahun 2009, yang mencapai 9 orang, dan tahun 2010 hingga bulan Nopember, sudah mencapai 12 orang. Programer HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Adib Karaman menjelaskan, hasil pendataan penyebaran HIV/AIDS itu, didapati bahwa penderitanya sebagian besar pernah bekerja di luar daerah. “Berdasarkan data kami, penyebarannya itu mayoritas berasal dari luar daerah. Semisal penderita dari Kecamatan Saronggi, ternyata sepulangnya dari Irian Jaya sebagai tempat bekerjanya langsung positif terjangkit HIV/AIDS,”kata Adib, pada wartawan di kantor Dinkes Sumenep, Rabu (01/12). Adib menuturkan, rata-rata penderita HIV/AIDS yang pulang ke Sumenep, dalam kondisi sudah stadium 3. “Untuk itu, dari 12 penderita pada tahun 2010, terhitung sejak Januari hingga Nopember, 4 diantaranya sudah meninggal dunia,”ungkapnya. Ke 12 penderita HIV/AIDS tersebut, jumlahnya seimbang antara laki-laki dan perempuan. “Semuanya pernah bekerja di Malaysia, Batam, Arab Saudi, Irian Jaya dan Bali,”pungkasnya. Sedangkan, wilayah penyebaran penderita HIV/AIDS di Sumenep, terdapat di Kecamatan daratan dan kepulauan. Untuk daratan, penderita HIV/AIDS tersebebar di Kecamatan Kota Sumenep, Pasongsongan, Ambunten, Dasuk, Lenteng, Gapura, Kalianget, Saronggi, Bluto dan Batang-batang. Kemudian, wilayah kepulauan, meliputi Sapeken, Arjasa (Pulau Kangean), dan Raas. Sementara Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumenep, Sukirman mengatakan, untuk menekan angka penderita dan penyebaran HIV/AIDS pihaknya terus melakukan penyuluhan ke masyarakat. “Penyuluhan pada masyarakat tidak henti-betinya kami lakukan, supaya mereka paham terhadap penularan virus HIV/AIDS tersebut, yang merupakan penyakit mematikan karena belum ada obatnya,”ujarnya. Ada 3 hal penularan HIV/AIDS, yakni melakukan seks bebas, persalinan dan jarum suntikan yang terinfeksi virus HIV/AIDS. ( Nita, Esha )