Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-01-2009
  • 459 Kali

Pendataan Usaha Tani 2009 Harus Dilakukan Secara Cermat

News Room, Senin ( 05/01 ) Program Pendataan Usaha Tani 2009, oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep yang saat ini sudah dilakukan sosialisasi program tersebut melalui Koordinasi Statistik Kecamatan (KSK) di masing-masing Kecamatan, perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan cermat. Sebab, pendataan tersebut terkadang menjadi data untuk berbagai kebijakan pemerintah mulai pusat hingga daerah. Hal tersebut dijelaskan Aktifis Pertanian, Hary Pratama. Menurutnya, ketika melihat format data yang harus diisi oleh petugas yang harus masuk pada data base Rumah Tangga Tani (RMT) bagi masyarakat yang mempunyai usaha tani, seperti padi, jagung, kedelai, dan sejenisnya, serta tersedianya data pokok untuk kebijaksanaan pemerintah pada waktu yang akan datang, memang terkesan sangat sulit dan perlu keharti-hatian dalam pendataannya. “Jadi dalam merekrut petugas nantinya benar-benar orang yang memiliki tanggung jawab dan dibekali ilmu yang memadai, sehingga tidak terjadi salah data, maupun tidak mengerti cara pengisiannya,”ujar Harry, yang juga sebagai petani dan pedagang rempah-rempah ini. Diharapkan dengan pemutahiran data kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data base hasil Sensus Pertanian 2003 lalu, akan dimiliki data yang updating dengan cara melakukan pengecekan secara door to door sesuai kondisi terbaru. Bahkan bila perlu kalau memang harus dilakukan penghapusan nama usaha tani yang terdaftar, namun tidak lagi memiliki komoditas melakukan pencatatan lagi RMT usaha tani yang baru, namun belum tercatat dalam hasil listing sebelumnya. ( Ren, Esha )