Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-08-2006
  • 556 Kali

PENDATAAN PENDUDUK MISKIN JATIM KURANG OPTIMAL

Sumenep-Kominfo News Room : Pendataan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur masih kurang optimal, hal ini ketika ada pendataan penduduk miskin yang bertujuan memperoleh bantuan, maka angka yang di dapat akan menggelebung tinggi. Namun apabila ada pendataan yang bertujuan untuk memperoleh penghargaan, maka jumlahnya akan menyusut drastis. Hal itu dikatakan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soenarjo, M.Si, saat memberi sambutan pada acara lokakarya dan Mid-Term Review dalam rangka keberlanjutan Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) Jawa Timur di Balai Latihan Kerja (BLK) Menanggal Surabaya, Selasa kemarin (29/08). Dikatakannya, masalah kemiskinan merupakan isu utama dalam program pembangunan, hal ini karena disebabkan dampak yang muncul akibat dari kemiskinan itu sangatlah luas. “Masalah kemiskinan ini merupakan tanggung jawab semua komponen sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat saja, oleh satu program tanpa ada kerjasama dari Pemerintah Propinsi serta Kabupaten/Kota“, katanya. Data Badan Pusat Statisti (BPS) Jawa Timur hingga akhir tahun 2005, jumlah penduduk miskin Jatim mencapai 3.236.232 Kepala Keluarga (KK), hal itu jika asumsi 1 KK = 4 jiwa, maka jumlah masyarakat miskin Jawa Timur mencapai 12 juta jiwa lebih. H. Soenarjo menambahkan, banyak yang mempengaruhi semakin bertambahnya masyarakat miskin, diantaranya belum terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat miskin, seperti hak pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan serta tanah dan sumber daya alam lainnya. “Jawa Timur sebenarnya terus berupaya menanggulangi kemiskinan, yang dilakukan secara terus menerus, baik melalui penyediaan pangan, layanan, kesehatan serta perluasan kesempatan kerja dan pendidikan, serta pendampingan melalui program-program seperti Gerdu-Taskin, P2KP, PPK, WSLIC, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PEMP) atau PAM-DKB”, katanya. ( JNR, Esha )