News Room, Selasa ( 26/01 ) Pendataan pemilih untuk pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersendat. Karena, Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP-4) yang diterimanya membingungkan, akibat adanya ketidak samaan dengan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 lalu. Menurut Ketua PPK Lenteng, Rofi’ie, pihaknya menemukan perbedaan nomor induk kependudukan (NIK) sekitar 15 ribu dari 40 ribu jiwa, yang tercatat pada DP4 Pilkada, jika dibandingkan data DPT Pilpres 2009. “Ada sekitar 30 persen perbedaan itu. Ini sangat membingungkan kami saat melakukan pendataan,â€Âterang Rofi’ie, pada wartawan usai mengikuti rapat kerja di kantor KPU Sumenep, Selasa (26/01). Sementara, Anggota KPU Sumenep, Ali Fikri mengatakan, dengan adanya persoalan perbedaan NIK tersebut, otomatis pendataan tidak bisa dilanjutkan. “Persoalan ini sangat mengganggu tahapan pendataan berikutnya, sehingga anggota PPS tidak bisa melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk pendataan pemilih dilapangan, selama belum ada keputusan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), menggunakan NIK yang mana,â€Âujarnya. Ia menjelaskan, persoalan adanya perbedaan NIK terjadi hampir di seluruh kecamatan se-Sumenep. “Semua perwakilan PPK mengungkapkan hal serupa persoalan perbedaan NIK tersebut,â€Âungkapnya. DP4 Pilkada Sumenep dicantumkan sebanyak 917.488 jiwa dan sekarang dokumen tersebut diserahkan kepada anggota PPK masing-masing kecamatan dalam rangka pemutakhiran data pemilih. Sesuai Surat Keputusan KPU Sumenep Nomor 1 Tahun 2009, hari “H†Pilkada setempat ditetapkan pada tanggal 14 Juni 2010. ( Nita, Esha )