Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-06-2012
  • 473 Kali

Pendapatan Museum Kraton Sumenep Lampaui Target

News Room, Sabtu ( 30/06 ) Pendapatan museum kraton Sumenep, hingga akhir Juni 2012, dari kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, melampaui target. Berdasarkan data di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, target pendapatan untuk kawasan museum kraton Sumenep, pada tahun 2012, senilai Rp. 21 juta. Namun, sampai pertengahan tahun ini sudah mencapai Rp. 17 juta. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si menjelaskan, awalnya perolehan pendapatan hingga pertengahan tahun ini ditentukan Rp. 10 juta, ternyata angka tersebut terlampaui sampai Rp. 17 juta. “Peningkatan perolehan pendapatan itu, diduga ditopang dengan masa liburan sekolah, yang akan berlangsung hingga pertengahan Juli mendatang. Jadi, kami yakin target pendapatan bagi kawasan wisata museum kraton Sumenep ini, selama tahun 2012, senilai Rp. 21 juta bisa terpenuhi,”katanya. Untuk memenuhi target itu, kata Bambang, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembenahan dan menggelar kegiatan dikawasan wisata. “Kami tidak hanya terfokus pada museum kraton saja, tapi semua kawasan wisata di Kabupaten Sumenep akan kami upayakan ada pembenahan, guna menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara,”terangnya. Bambang mengungkapkan, dalam pembenahan itu, pihaknya akan berusaha mengajak investor untuk mengembangkan sejumlah lokasi wisata Sumenep. Sebab, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setempat memiliki keterbatasan untuk mengembangkan sejumlah lokasi wisata. “Untuk sementara, lokasi wisata yang ditawarkan kepada investor untuk dikembangkan adalah Pantai Lombang di Kecamatan Batang Batang dan Pantai Slopeng di Dasuk. Selama ini, potensi dua lokasi wisata alam itu masih dalam kemasan aslinya, yakni belum dipoles layaknya lokasi wisata di Lamongan maupun Bali,”ujarnya. Namun, Bambang mengaku, bahwa rencana pengembangan dua lokasi wisata tetap akan memperhatikan nilai-nilai kultural warga setempat. “Kami tidak ingin rencana pengembangan lokasi wisata di Sumenep mendapat penolakan dari warga setempat,”ungkapnya. ( Nita, Esha )