Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-07-2010
  • 568 Kali

Pendaftar Membludak, Sejumlah SDN Tetap Lakukan Seleksi Siswa

News Room, Rabu ( 07/07 ) Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yang tidak membolehkan sekolah melakukan seleksi. Namun pada kenyataannya, beberapa sekolah khususnya sekolah favorit di Sumenep tetap melaksanakan seleksi, meskipun itu hanya diakui merupakan tes. Hal tersebut dilakukan, karena pendaftar yang masuk membludak, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk melakukan seleksi dan semacamnya. Seperti halnya yang dilaksanakan SDN Pajagalan I dan SDN Pajagalan II. Dari jumlah siswa yang diinginkan ternyata hingga batas akhir pendaftaran, Senin (05/07) lalu di 2 sekolah tersebut melebihi batas jumlah yang akan memenuhi jumlah kelas yang ada, sehingga pihak sekolah melaksanakan seleksi untuk menyaring siswa. Seperti yang diakui Kepala SDN Pajagalan I, Moh. Jakfar, M.Pd. Menurutnya, sesuai ketentuan untuk RSBN, per-kelas dibatasi 28 siswa. Namun, hingga pendaftaran ditutup, pendaftar sebanyak 151, padahal kelas yang tersedia hanya 3 kelas. Karena, untuk tidak banyak mengecewakan harapan masyarakat, melalui rapat bersama Komite Sekolah diputuskan untuk menambah jatah jumlah siswa per-kelas maksimal sebanyak 32 siswa. “Ini kami lakukan sehubungan banyaknya siswa yang harus kami tolak, dan kebetulan pengawas datang pada saat pendaftaran siswa, jadi kami juga konsultasikan hal itu termasuk dengan Komite Sekolah,”ujar Moh. Jakfar. Disamping itu, pihaknya juga terpaksa melakukan semacam tes langsung ketika calon siswa mendaftar. Sebab bagaimanapun, untuk peningkatan pendidikan di sekolahnya yang merupakan rintisan sekolah berstandar nasional harus mengutamakan siswa yang betul-betul memiliki kecerdasan yang tinggi. Apalagi rata-rata anak di kota ini merupakan lulusan TK, jadi sedikit banyak mereka sudah banyak yang mampu menjawab pertanyaan seperti yang diajarkan di TK. Sementara di SDN Pajagalan 1, menurut salah seorang guru yang menangani PSB, Heru Budi Santoso, S.Pd mengungkapkan, hingga akhir pendaftaran calon siswa sebanyak 100 anak. Sedangkan sekolahnya hanya memiliki jatah 2 ruang kelas, berarti 2 x 38 siswa, yakni 75, yang berarti akan ada 25 anak yang tidak bisa diterima. Karena itu, pihaknya melaksanakan seleksi dengan menggunakan 8 metode kecerdasan anak. “Kami harus melakukan seleksi, karena mau tidak mau kami juga harus melihat potensi anak, baik secara kecerdasan maupun fisik, emosional dan sebagainya,”tambahnya. Sedangkan di SDN Bangselok I hingga saat ini masih terus menerima pendaftaraan siswa baru. Sebab, sekolah yang pernah menerima siswa regrouping dari SDN Bangselok II ini, kali ini menargetkan menerima 96 siswa untuk 3 kelas, karena aturan pagu maksimal bisa 32 siswa per-kelas. Sedangkan hingga siang tadi pendaftar baru tercatat sebanyak 71 anak. "Kami memang tidak membatasi waktu pendaftaran, namun pada hari Senin depan para siswa sudah mulai masuk, karena itu dalam beberapa hari ini pendaftar sudah memenuhi pagu yang ditentukan,"ujar Kepala Sekolah SDN Bangselok I, Ach. Sadik. ( Ren, Esha )