News Room, Kamis ( 14/10 ) Seorang pencari amal masjid, Minhad (47), warga Dusun Negara, Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, ditemukan tewas mengenaskan, dengan kondisi leher nyaris putus, akibat sabetan senjata tajam, pada Kamis (14/10) pagi. Bahkan, kedua pipi remuk, dan disekujur tubuhnya terdapat luka, serta masih mengeluarkan darah segar. Korban ditemukan tergeletak oleh salah seorang murid SDN setempat yang hendak berangkat sekolah disebuah bukit atau 100 meter dari rumah korban. Wargapun melaporkan pada petugas kepolisian. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP M. Andi Lilik. S mengatakan, pihaknya masih berusaha mengungkap motif pembunuhan tersebut. “Untuk sementara, kami duga korban meninggal dibunuh. Karena, ada bekas penganiayaan. Kasusnya masih kami selidiki, apa motif dari pembunuhan itu. Sebab, di TKP tidak ditemukan barang bukti milik pelaku, kecuali sepeda motor milik korban,”kata Andi Lilik, pada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (14/10). Andi Lilik menjelaskan, pengungkapan pelaku pembunuhan itu butuh waktu dan pengumpulan barang bukti, serta memeriksa saksi. “Sesuai keterangan warga, sebelum ditemukan tewas, korban sempat meminta amal kepada seorang warga setempat, namun ditolak dengan alasan tidak percaya. Lalu, korban pun pulang. Ditengah perjalanan korban bertemu dengan seseorang, dan bertegur sapa, tapi tidak turun dari kendaraan bermotornya. Kemungkinan besar, 2 warga itulah yang akan kami mintai keterangan, bersama keluarga korban,”ujarnya. Selain melakukan olah TKP, kata Andi Lilik, petugas Polres Sumenep membawa mayat korban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk dilakukan otopsi. “Barang bukti yang diamankan petugas dilokasi hanya sepeda motor Smash nopol KT 3052 NF milik korban, yang ditemukan tak jauh dari tubuh korban,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )