News Room, Jumat ( 03/06 ) Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI), Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD menghadiri langsung kegiatan Pencanangangan Kampung KB dan Pengukuhan Genre di Kabupaten Sumenep, bertempat di Dusun Beddi Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jumat (03/06).
Kepada sejumlah wartawan Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD mengungkapkan, pihaknya berharap melalui pencanangan Kampung KB tersebut diharapkan bisa mendengungkan kembali program Keluarga Berencana (KB) yang selama reformasi ini diakui melemah dan tak banyak orang membicarakan KB.
“Dengan kegiatan seperti ini, pembangunan keluarga berencana diharapkan langsung kepada masyarakat, sesuai dengan tugas BKKBN,”ungkapnya.
Dijelaskan, BKKBN sesuai tugas dan fungsinya dalam KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga). Seperti halnya dalam kependudukan ada 4 hal yang harus diperhatikan, yakni soal kuantitas yang harus dikendalikan, kualitas ditingkatkan, mobilitas diarahkan, serta memerlukan data kependudukan sesuai nama dan alamat.
Dikatakan, dengan pencanangan Kampung KB, pembanguan berwawasan kependudukan bisa dilakukan dengan mengendalikan penduduk. Yakni, penduduk sebagai obyek pembangunan yang perlu dikendalikan.
“Seperti halnya menganjurkan kelahiran yang ditunda hingga usia ibu 21 tahun, dan stop melahirkan di usia 35 tahun, yang dengan berbagai resiko pendarahan, darah tinggi, muntah-muntah dan lain-lain, kemudian kelahiran yang diatur, dan memberikan Air Susu Ibu (ASI) hingga 2 tahun,”tambahnya. ( Ren, Esha )