News Room, Selasa ( 28/05 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menerjunkan Tim Relawan Independen (TRI) untuk mengecek lokasi penambangan batu yang longsor, di Desa Tanamerah, Kecamatan Saronggi, pada Selasa(28/05) pagi. Dalam kejadian itu, seorang penambang batu, Muzakki (40), tertimbun longsor dan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si menjelaskan, hasil pengecekan yang dilakukan tim relawan itu ditemukan, jika lokasi penambangan batu tersebut adalah illegal (tak berijin). “Secepatnya kami akan menutup dan menertibkan penambangan batu secara liar tersebut. Tapi sebelumnya akan dilakukan sosialisasi, sebab berkaitan dengan mata pencaharian warga setempat,”kata Sekdakab Sumenep, Selasa (28/05). Bencana longsor yang merenggut nyawa dilokasi penambangan batu ini, lanjut Sekda, merupakan yang kesekian kalinya. “Kami sudah maksimal memberikan pemahaman dan peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan batu secara liar. Karena dampaknya terhadap masyarakat dan yang bersangkutan. Tapi ternyata warga masih saja tak mengindahkan peringatan tersebut. Ya akhirnya lagi-lagi terjadi longsor di penambangan batu, dan juga kembali memakan korban,”terangnya. Sekdakab mengungkapkan, saat ini pemkab sedang mencari solusi yang tepat terhadap para penambang batu liar supaya berhenti dari pekerjaannya. “Solusi tepat masih kami pikirkan. Kami tidak bisa hanya menutup lokasi penambangan batu tanpa adanya solusi bagi para korban,”tegasnya. Sebelumnya, tempat penambangan batu di Desa Tanamerah, Kecamatan Saronggi, longsor akibat guyuran hujan deras, pada Senin (27/5) sore. Akibatnya 4 orang yang masih satu keluarga, tertimbun. Musibah tersebut berawal ketika Muzakki (40), bersama istrinya Zainab (30), dan Misnawi (60), serta Saema (55), mertuanya tengah menambang batu. Tanpa disangka-sangka, tempat penambangan batu tersebut tiba-tiba ambrol. Beruntung Zainab, Misnawi, dan Saema, berhasil menyelamatkan diri keluar dari reruntuhan penambangan. Namun malang bagi Muzakki. Korban tidak bisa menyelamatkan diri hingga tertimbun reruntuhan batu tambang dan tewas di lokasi. ( Nita, Esha )