News Room, Rabu ( 20/05 ) Membuat kerajinan tangan bukan hal mudah, apalagi membuatnya dengan bahan-bahan sampah yang ada di sekitar kita. Namun, kegiatan ini malah digalakkan siswa SMA 3 An-Nuwayah Guluk-guluk. Bahkan, kegiatan ini sudah dilakukan sejak bulan April 2008 lalu, bertepatan dengan Hari Bumi tanggal 22 April 2008. Tidak hanya itu, disekolah ini juga membentuk Pemulung Sampah Gaul (PSG) SMA 3 An-Nuqayah. Menurut salah seorang anggota PSG SMA 3 An-Nuqayah, Ummul Salamah ketika dihubungi News Room mengaku, kegiatan pengolahan sampah menjadi barang berharga itu tetap berlangsung hingga saat ini. Bahkan seringkali PSG ini, melakukan kampanye ke beberapa sekolah diluar Kecamatan Guluk-guluk, seperti ke Kecamatan Gapura, Batang-batang, Lenteng dan beberapa sekolah lainnya di Sumenep. "Kami tidak perlu malu untuk selalu mengampanyekan diri sebagai pemulung sampah. Namun yang jelas, dari hasil sampah yang kita pulung itu dapat kita jadikan barang berharga. Dan yang penting pula bisa memberikan solusi atas masalah yang ditimbulkan akibat sampah,"ujar siswi kelas 11 SMA 3 An-Nuqayah ini. Dijelaskan, dirinya bersama 50 anggota PSG lainnya, akan terus membimbing adik kelasnya dalam membudidaya sampah menjadi karya barang berharga. Diantaranya, pembuatan sampah plastik menjadi tas, tempat pensil, jas hujan, rompi, topi, vas bunga serta bunganya, dan berbagai barang lainnya. Bahkan dari gerakan anti sampah yang dilaksanakan selama ini, menurut Ummul, pihak sekolah telah mendapatkan bantuan 2 mesin jahit yang bisa lebih maksimal dalam membuat kerajinan tangan ini. Pihaknya berharap, sekolah lain juga dapat memanfaatkan sampah yang ada di sekitar sekolah, di rumah dan dilingkungan kita, sehingga akan mengurangi persoalan sampah dan bisa menambah penghasilan dari kerajinan ini. Bahkan seringkali ketika ada pejabat dari Kabupaten hingga pejabat pusat ketika datang ke Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk diberi cendera mata hasil karya PSG, yang telah dipesan khusus oleh pihak Pengasuh Yayasan. Dan hasilnya mereka sangat bangga dengan karya “Pemulung Gaul†ini. ( Ren, Esha )