Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-05-2008
  • 594 Kali

Pemuda Harus Berjuang Untuk Generasi Akan Datang

News Room, Senin ( 19/05 ) Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional hendaknya dijadikan refleksi bagi para pemuda saat ini. Pemuda saat ini harus betul-betul menjadi kebanggaan bangsa sebagaimana pemuda tempo doeloe, yang tetap menjadi kebanggaan bangsa hingga saat ini. Hal tersebut diungkapkan Drs. KH. Warist Ilyas. Menurut Wakil Ketua DPRD Sumenep ini, pemuda tertantang oleh ungkapan Proklamator Kemerdekaan RI yang juga Presiden pertama, Soekarno yang menyatakan, “Apabila dikasih seorang pemuda akan mampu menggetarkan dunia, dan apabila dikasih sepuluh pemuda akan siap mengguncang dunia”. Pernyataan tersebut menurut KH. Warist Ilyas merupakan simbol semangat yang digelorakan saat bangsa ini akan bangkit dari belenggu dan ketertindasan, setelah sekian tahun berada dalam belenggu kaum penjajah. Begitu pula yang dilakukan para pemuda santri dijaman revolusi dulu, khususnya santri-santri yang tergabung dalam Barisan Fisabilillah, Hisbullah dan organisasi pemuda lainnya, seperti yang dilakukan oleh Santri Tebu Ireng juga sudah menunjukkan, bagaimana semangat para pemuda mempertahankan kemerdekaan waktu itu. Karena itu tegas KH. Warist Ilyas, para pemuda saat ini juga harus berjuang mempertahankan kemerdekaan ini, dalam artian, memiliki semangat dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan jiwa raga pemuda tempo doeloe. Dan memang seharusnya perjuangan pemuda saat ini tidak boleh kalah dengan perjuangan pemuda tempo doeloe. Karena pemuda sekarang dituntut bagaimana agar kemerdekaan yang telah diperoleh itu membawa kemajuan terhadap bangsa ini. Ditanya mengenai peran pemuda saat ini. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengakui, sebenarnya sudah nampak, tapi pemuda harus lebih bangkit lagi. Meski tidak mengatakan luntur, tapi KH. Warist mengistilahkan jiwa pejuang pemuda saat ini agak melemah. Kemungkinan menurut KH. Warist, karena sudah banyak menikmati hasil dari perjuangan pemuda tempo doeloe. “Mungkin mereka banyak terbuai oleh hasil yang telah diperoleh terdahulu. Tapi jangan sampai lengah, nikmat yang telah diperoleh dari pendahulu kita, hendaknya terus ditanamkan semangat seperti semboyan pemuda dulu.” Ungkapnya. Ia juga berharap, Sistim Pendidikan Nasional hendaknya diarahkan untuk memelihara jiwa patriotisme, sehiggga akan timbul kecintaan terhadap tanah air ini. Meski tidak harus sama dengan pelaksanaan P-4 dulu, tapi mungkin dilakukan dengan format baru. KH. Warist Ilyas berharap pemuda tidak hanya nuntut macam-macam, tapi bagaimana memberikan solusi jika ada masalah dalam Pemerintahan. Jadi, pemuda saat ini harus mampu menanam agar generasi yang akan datang akan memetik hasilnya, sebagaimana pemuda jaman dulu berjuang, dan pemuda saat ini yang memetik hasilnya. ( Ren, Esha )