Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-11-2007
  • 489 Kali

Pemprop-Kab/Kota Deklarasikan Pemberantas Buta Aksara

News Room, Rabu ( 28/11 ) Pemerintah Propinsi Jawa Timur bersama Kabupaten/Kota deklarasikan kesepakatan bersama dalam pemberantasan buta aksara di Jatim. Deklarasi dikumandangkan bersamaan dengan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 42 di Alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (27/11) kemarin. Gubernur Jatim, H. Imam Utomo usai penandatangaan kesepakatan bersama mengatakan, deklarasi bersama Kabupaten/Kota ini merupakan wujud keseriusan seluruh warga dalam menuju Jawa Timur bebas buta aksara Tahun 2008. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, angka buta aksara akhir 2005 usia 15-44 tahun mencapai 744.941 orang. Pada akhir 2006, Jatim telah berhasil menuntaskan 477.142 orang, sisanya dituntaskan hingga akhir 2007. Sedangkan usia 45-60 tahun akan dituntaskan pada 2008. “Deklarasi bersama ini, merupakan komitmen untuk mempertegas kembali tekad pemprop dengan Kabupaten/Kota dalam pemberantasan buta aksara di Jatim,” katanya. Alasan pentingnya pemberantasan buta aksara, karena fokus utama pembangunan Jatim adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kesehatan, dan pengurangan jumlah pengangguran. Untuk kualitas SDM, diperlukan pendidikan yang berkualitas, salah satunya dengan cara pemberantasan buta aksara. “Persaingan dunia global ke depan sangatlah berat dan dibutuhkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing. Karena itu, bupati/walikota diharapkan dapat memegang komitmennya dalam pemberantasan buta aksara ini,” ujarnya. Adanya penyandang buta aksara dikarenakan beberapa faktor, antara lain masih adanya warga masyarakat yang belum pernah merasakan sekolah, terjadinya siswa putus sekolah, serta letak geografis yang tidak dapat terlayani pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim, Dr. Rasiyo mengatakan, angka buta aksara di Jatim usia 45-65 tahun mencapai 3 juta orang, dan fokus pemberantasannya mulai dilakukan awal Tahun 2008. Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Propinsi Jawa Timur ini merupakan rangkaian kegiatan dari acara Peringatan Hari Aksara Tingkat Nasional yang terselenggara pada 8 September 2007 di Mataram NTB. Peringatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan keaksaraan. Duta Aksara Nasional yang juga anggota DPR RI Komisi X, H. Nurul Qomar mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional 2005-2009, serta Inpres Nomor 5/2006 menegaskan, pada akhir 2009 angka buta aksara secara nasional untuk usia 15 tahun ke atas harus tersisa 5 prosen atau 7,7 juta orang dari data sampai akhir 2006 yang menunjukkan angka 8,06 prosen atau 12,88 juta orang. Upaya pencapaian target pemerintah itu bukanlah perkara mudah, namun dengan angka kecenderungan yang menurun dari tahun ke tahun, pemerintah optimistis akan mampu meraih target yang diharapkan. ( JNR, Esha )