News Room, Rabu ( 15/10 ) Wacana akan ada pengambilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008 ini, membuat Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep hampir kewalahan melayani masyarakat pemohon kartu pencari kerja yang biasa disebut kartu kuning. Terbukti, dalam pantauan News Room di Kantor Disnaker Sumenep, Rabu (15/10) siang, terlihat masyarakat yang kebanyakan para pemuda lulusan Sarjana, ngantri di loket yang memang disediakan khusus untuk para pencari kerja di Sumenep. Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidng Pelatihan dan Penempatan Kerja Disnaker Sumenep, Drs. Kusworo mengakui, membludaknya pemohon kartu pencari kerja berlangsung sejak tanggal 6 Oktober lalu. “Bisa anda lihat sendiri, para pemohon cukup banyak ngantri, karena membludaknya pemohon. Bahkan, hampir tiap hari karyawan kami tidak istirahat sejak jam kerja hingga sore, sehingga untuk sholat dan istirahat makan kami harus gantian,â€Âujar Kusworo. Dijelaskan, untuk periode tahun 2008 ini, sejak Januari hingga tanggal 15 Oktober 2008 ini sudah hampir 2.000 pemohon. Jika bulan-bulan sebelumnya, pemohon tidak seberapa, namun sejak tanggal 6 Oktober, setiap harinya ada sekitar 200 pemohon baru dan 20 orang yang memperpanjang. Kusworo berharap, para pencari kerja hendaknya tidak hanya ketika butuh saja dalam mengurus kartu pencari kerja. Namun jauh-jauh sebelumnya, sehingga tidak terkesan kesulitan karena membludaknya pemohon. Apalagi untuk urusan surat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep menggratiskan, dan tidak dipungut biaya apapun. Bahkan, nantinya ketika sudah mendapat pekerjaan, hendaknya melaporkan ke Disnaker, sehingga validasi angka pencari kerja bisa tercover dengan jelas. Jika melihat total pemohon yang ada di Disnaker, ada sekitar 15.000 pencari kerja yang masuk. Namun jumlah tersebut bisa jadi, mereka sudah banyak yang bekerja, namun tidak melaporkan. ( Ren, Esha )