Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-08-2019
  • 596 Kali

Pemkab Sumenep Salurkan Air Bersih Ke Sejumlah Desa Kekeringan

Media Center, Kamis ( 01/08 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah desa, yang kesulitan mendapatkan air.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si mengatakan, sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep saat musim kemarau memang mengalami kekeringan, yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

“Pemerintah daerah terus berupaya untuk menyediakan kebutuhan air bersih di sejumlah desa yang mengalami kekeringan, dengan memberikan bantuan air bersih,” tegasnya di sela-sela pelepasan pendistribusian bantuan air bersih di Rumah Dinas Bupati Sumenep, Senin (01/08/2019).

Ia menyatakan, bantuan air bersih ke sejumlah desa itu untuk kebutuhan masyarakat seperti minum dan memasak, namun yang jelas pihaknya siap untuk memberikan bantuan air bersih setiap hari kepada masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan.

“Pengiriman air bersih dengan mobil tanki dilakukan setiap hari ke desa yang mengalami kekeringan, supaya bisa membantu masyarakat di desa setempat,” tuturnya.

Sekda menyatakan, pengiriman hari ini, Kamis (01/08/2019) untuk Desa Kombang Kecamatan Talango, Desa Larangan Barma Kecamatan Batuputih, Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan, Desa Tanah Merah dan Langsar Kecamatan Saronggi.

“Pemkab Sumenep pasti mendistribusikan air bersih ke desa lainnya manakala mengajukan permohonan bantuan air bersih,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengungkapkan, desa mengalami kekeringan di musim kemarau sebanyak 30 desa tersebar di sejumlah kecamatan, hanya saja untuk sementara bantuan air bersih itu dilakukan kepada desa yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih.

“Bantuan air bersih itu menyesuaikan dengan jumlah penduduk dan kepala keluarga, sehingga banyaknya bantuan air antara desa yang satu dengan lainnya tidak sama. Termasuk juga potensi kekeringannya apakah langka, terbatas dan kritis. Sedangkan kering kritis menjadi prioritas,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )