News Room, Selasa ( 05/02 ) Pasca luapan air sungai yang sempat menggenangi sebagian rumah dan persawahan di wilayah Kecamatan Kota, Kalianget dan Batuan, Kabupaten Sumenep, pada Minggu (03/02) kemarin, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat. Guna mengantisipasi adanya banjir susulan akibat luapan Kali Marengan, Kali Sokra dan Kali Sindir, Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana akan membuat pintu air di daerah hilir, seperti di Kali Marengan, Kecamatan Kalianget. Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, M.Si menjelaskan, hasil pantauan yang dilakukannya bersama Wakil Bupati setempat, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si di daerah luapan air sungai, pada Selasa (05/02) pagi, bahwa langkah tercepat untuk mengatasi banjir susulan, memang direncanakan bakal dibuat pintu air menuju lautan, yakni di Kali Marengan. “Kami sudah diperintah oleh Wakil Bupati Sumenep, untuk merencanakan pembuatan pintu air di wilayah hilir, di Kali Marengan. Jadi, sistem kerja pintu air ini buka tutup, yakni pintu air akan ditutup disaat hujan lebat. Kemudian, air di Kali Marengan akan dipompa menuju lautan. Setelah debit air kembali normal, pintu akan dibuka lagi,”kata H. Edy, Selasa (05/02). Pembuatan pintu air ini masih butuh waktu yang cukup, sehingga belum bisa dipastikan kapan teralisasi. “Tapi, kami akan upayakan secepat mungkin. Karena, dikhawatirkan akan terjadi banjir susulan, seiring curah hujan di daerah Sumenep makin tinggi,”terangnya. H. Edy mengungkapkan, sebenarnya daerah luapan sungai tersebut, sudah dilakukan pengerukan pada tahun 2012 kemarin. “Hanya saja, untuk Kali Marengan, pengerukan tidak sampai keseluruhan. Makanya, tahun ini kami akan upayakan pengerukan hingga hilir sungai. Sedangkan disekitar Kali Sokra, yang perlu dilakukan adalah normalisasi saluran air C-8,”ujarnya. Mengenai pengerukan sungai, kata H. Edy, pihaknya tidak bisa berbuat apapun, sebab dananya berasal dari APBN senilai Rp. 2,5 milyar. “Jadi, kami tidak bisa memastikan kapan pengerukan sungai bisa dilakukan. Pemkab Sumenep hanya menyediakan dana untuk pembersihan kotoran disekitar Kali Marengan,”ungkapnya. Oleh karena itu, H. Edy berharap kepada seluruh masyarakat Sumenep, utamanya yang bermukin ditepi Kali Marengan, agar tidak membuang sampah ke sungai. “Karena, 90 persen pembuangan drainase di wilayah Kecamatan Kota Sumenep dan sekitarnya menuju Kali Marengan. Jadi, kalau Kali Marengan dipenuhi oleh sampah, maka secara otomatis tidak akan mampu menampung debit air hujan yang cukup banyak,”pungkasnya. Hasil analisa sementara, faktor utama terjadinya genangan air itu, disebabkan debit air hujan meningkat, disertai air laut pasang. “Biasanya kalau hanya curah hujan tinggi namun tidak dibarengi air laut pasang, tidak akan terjadi genangan air,”tandasnya. ( Nita, Esha )