Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-12-2016
  • 424 Kali

Pemkab Sumenep Peringati Hari Nusantara, Hari Bela Negara dan Hari Ibu Ke-88

News Room, Kamis ( 22/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Upacara Peringatan Hari Nusantara, Hari Bela Negara dan Hari Ibu Ke-88 Tahun 2016, bertempat di Halaman Kantor Bupati setempat, Kamis (22/12).

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, dalam sambutannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara mengungkapkan, jika Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia, karena hampir 75 persen wilayahnya adalah lautan. Lautan yang demikian luasnya itu, memiliki kandungan potensi yang luar biasa berupa ikan, terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, bahkan sumber energi yang dapat dibangkitkan dari gelombang, pasang surut air laut, dan lain-lain yang dapat menjadi alternatif sumber daya di daratan yang semakin terbatas.

“Momen Hari Nusantara ini, selain bertujuan mengingatkan kembali tentang jati diri Bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari, juga dimaksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut.” ungkapnya.

Bupati menegaskan, sebagaimana yang dinyatakan Presiden Jokowi, bahwa kita telah lama memunggungi laut, memunggungi samudera, selat, dan teluk. Padahal, laut adalah masa depan bangsa. Bahkan, Kabupaten Sumenep yang memiliki 126 pulau, dengan luas lautan mencapai 50 ribu kilometer persegi, melalui peringatan Hari Nusantara ini, diharapkan menguatkan komitmen dan semangat semua pihak dalam mengoptimalkan potensi laut di Kabupaten setempat.

Sementara dalam menghadapi ancaman multidimensi, maka konsep bela Negara yang dimiliki juga harus bersifat multidimensi. Salah satunya membela Negara dengan memberantas narkoba, melawan praktik korupsi, pungli, mencegah berkembangnya ekstremisme dan terorisme di Bumi Nusantara.

“Di era kompetisi global sekarang, kesadaran bela Negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga Negara.” tandasnya.

Dan pada peringatan Hari Ibu Ke-88, juga diselenggarakan untuk mengenang perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama kaum laki-laki merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidupnya. Inilah yang membedakan hari ibu di Indonesia dengan peringatan “Mother Days" di beberapa Negara di dunia.

Ditambahkan, hari ibu di Indonesia dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro Karim, juga berharap, agar para orang tua tidak buta teknologi serta lebih ekstra mengawasi anak dalam mengakses teknologi informasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat khususnya kaum perempuan untuk terus berkarya, mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya, sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun bangsa.” ungkapnya.

Pada peringatan Hari Ibu, Hari Bela Negara Ke-68 dan Hari Nusantara, Pemkab Sumenep memberikan sejumlah penghargaan kepada Ani Purnama yang berhasil menjadi juara pertama Dharma Wanita Persatuan Idol Tingkat Propinsi Jawa Timur, dan sejumlah bantuan kepada kelompok Masyarakat yang berprestasi. ( Ren, Fer )