Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-12-2017
  • 571 Kali

Pemkab Sumenep Peduli Perkembangan Dunia Sastra

Media Center, Kamis ( 28/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan sastra budaya. Buktinya, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip menggadakan Lomba Tulis Cerpen Nusantara tahun 2017.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan pelaksanaan Lomba Tulis Cerpen Nusantara, karena ternyata peserta lomba tahun ini mencapai 521 peserta dari 81 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Diharapkan panitia pelaksana untuk memasifkan kegiatan seperti itu kembali tahun selanjutnya, guna menjadi gerakan literasi sastra, juga membantu promosi Kabupaten Sumenep ke berbagai daerah di nusantara.

“Kami ingin meningkatkan gerakan literasi di masyarakat, agar masyarakat semakin cinta sastra, khususnya di kalangan anak muda untuk mencintai, memahami dan memasyarakatkan sastra, meskipun memang membutuhkan waktu yang panjang,”tegas Bupati saat Bedah Buku 10 nominator Lomba Tulis Cerpen Nusantara tahun 2017 di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Kamis (28/12).

Bupati menyatakan, hingga detik ini, masih banyak orang meremehkan sastra dan cenderung menganggap sastra sebagai sesuatu yang tidak penting dalam pembangunan, padahal sastra mengandung kekuatan ide, motivasi, nilai moral, dan kritik sosial.

“Rendahnya apresiasi masyarakat terhadap karya sastra akibat kurangnya pemahaman terhadap pentingnya sastra dalam perubahan sosial, padahal peranan sastra bukan sekedar menghibur, tetapi juga mengajarkan sesuatu,”tutur Bupati.

Bupati berharap setiap upaya pemerintah dalam melestarikan sastra harus mendapat dukungan semua pihak, mulai lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan tempat umum harus juga mulai memunculkan dan menggairahkan kembali kecintaan kepada sastra.

“Saya juga mengajak para sastrawan dan budayawan di Sumenep untuk menjadikan potensi di Sumenep sebagai referensi sastra. Bahkan, jika ingin menulis puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya, diharapkan menulislah tentang Sumenep, baik sastra sebagai informasi maupun sastra sebagai kritik sosial,”pungkas Bupati 2 periode ini.

Sementara itu, setelah dilakaukan penilian oleh Tim Juri, sebagai Juara pertama Rofiki Asral dengan judul cerpen Bakal Tolos Bakal Burung, Juara ke dua Zainul Muttaqin judul cerpen Penjung, dan Juara ke tiga atas nama Wi Noya judul cerpen Abhakalan Canting dan Alu. ( Yasik, Esha )