Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2005
  • 627 Kali

PEMKAB SUMENEP KEMBALI SERAHKAN BANTUAN BAGI GURU BANTU SEKOLAH SWASTA

Sumenep-Infokom News Room : Meski tahun ini 2 agenda penting akan dilaksanakan di Kabupaten Sumenep, tampaknya hal teserbut tidak menghambat Pemkab Sumenep untuk menyalurkan bantuan bagi Guru Swasta. Terbukti pada APBD tahun anggaran 2005 ini seperti tahun sebelumnya, bantuan biaya bagi Guru Bantu Sekolah Swasta tetap dianggarkan, bahkan anggaran dananya ada penambahan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dalam pemaparannya mengatakan, dalam kondisi apapun sesuai komitmen Pemerintah Daerah terkait dengan bantuan yang diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat, utamanya bantuan untuk Guru Swasta tetap diagendakan dalam APBD. Meskipun ditahun ini APBD banyak terbebani oleh kegiatan Pilkada dan MTQ XXI Jawa Timur, dimana kedua agenda tersebut sedikitnya membutuhkan biaya sebesar Rp. 30 Milyard. Bahkan menurut Bupati, pelaksanaan Pilkada dan MTQ XXI Jatim juga mengurangi anggaran dana APBD untuk pembangunan. Oleh karenanya Bupati berharap, pelaksanaan Pilkada bisa berlangsung satu kali putaran, sehingga sisa dananya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan. Disamping itu menurut Bupati, sejak bantuan biaya Guru Bantu Sekolah Swata digulirkan tahun 2003 hingga tahun 2005 ini, setiap tahunnya anggaran dananya mengalami penambahan, sebab penerima bantuan dalam satu tahun terjadi peningkatan. Sehingga untuk tahun ini anggaran dananya mencapai sebesar Rp. 3 Milyard 915 juta dengan penerima bantuan sebanyak 1.305 orang. Sementara itu penyerahan bantuan biaya Guru Bantu Sekolah Swasta tahap pertama selama 4 bulan ditahun 2005, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ad-Dahwah Kecamatan Batuputih meliputi, Sekolah Swata TK, RA, MI, SDS, MTS, SMPS, MA, dan SMAS, sedangkan guru penerima bantuan sebesar Rp. 250.000,- per bulan, diberikan untuk Kecamatan Kota Sumenep 51 orang, Kalianget 14 orang, Manding 22 orang, Batang-batang 27, Dungkek 20 orang, Gapura 37 orang, Talango 42 orang, dan Batuputih 48 orang. ( Yasik, Esha )