News Room, Rabu ( 19/11 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bertindak cepat menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang berdampak terhadap naiknya bahan-bahan keperluan proyek. Langkah yang dilakukan dengan membuat konsep baru, guna penyesuaian terhadap seluruh pekerjaan proyek, baik bangunan maupun fasilitas umum (fasum), seperti perbaikan atau pelebaran jalan. Wakil Bupati Sumenep, Dr. Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si mengakui, bahwa kenaikan harga BBM yang mencapai 30 persen, secara otomatis mempengaruhi harga bahan-bahan pekerjaan proyek. Bahkan, kondisi itu juga akan berdampak pada pelaksanaan proyek di daerah. "Dengan kenaikan harga BBM, ya otomatis harga bahan-bahan pekerjaan proyek juga ikut naik, termasuk biaya kirim ke Sumenep,"kata Wabup Sumenep, Rabu (19/11). Menindaklanjuti hal itu, lanjut Wabup, Pemkab Sumenep langsung mengumpulkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rabu (19/11) siang, untuk membuat konsep baru dengan menerbitkan adendum, apakah nantinya ada sub pekerjaan yang dikurangi atau pekerjaan lainnya, tanpa harus mengurangi kwalitas. "Untuk pekerjaan hotmix jalan yang boleh dikurangi adalah panjangnya, dari 700 menjadi 500 meter. Kalau ketebalan tidak boleh dikurangi, karena mempengaruhi kwalitas. Kita bisa memberikan adendum, asalkan kwalitas pekerjaan proyek tetap dijaga,"terangnya. Wabup mengungkapkan, setelah konsep itu rampung akan langsung diserahkan kepada Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, selanjutnya dikonsultasikan kepada BPKP. "Kalau konsep penyesuaian pekerjaan proyek tersebut disetujui oleh Bupati dan BPKP, baru diumumkan kepada para rekanan. Apapun akan kita lakukan, agar proyek bisa selesai tepat waktu dan tidak berhenti ditengah jalan gara-gara kenaikan harga BBM ini,"ungkapnya. Menurut Wabup, hasil pantauan di lapangan, pekerjaan proyek untuk jalan hotmix, seperti dilingkar barat sudah 70 persen hampir selesai. "Tapi saat ini pekerjaan dihentikan akibat pasokan bahan dari Surabaya tersendat, karena meminta kenaikan harga dan biaya transportasi. Mudah-mudahan dalam 2-3 hari ke depan sudah ada solusi, sehingga pekerjaan proyek bisa dilaksanakan kembali dan selesai tepat waktu,"pungkasnya. ( Nita, Esha )