Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-02-2011
  • 571 Kali

Pemkab Sumenep Bedah Buku “Berjibaku Dengan Waktu”

News Room, Rabu ( 16/02 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar bedah buku yang bertajuk Berjibaku Dengan Waktu terkait Program 99 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati, Drs. KH. Abusyro Karim, M.Si, dan Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si. Kegiatan bedah buku Program 99 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati yang dikemas dalam bentuk seminar itu, menghadirkan penyaji Prof. DR. H. Kacung Marijan, Drs, MA, PhD Guru Besar Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan Drs. Bagong Suyanto M.Si Dosen Sosiologi Fisip Unair Surabaya, di Pendopo Agung, Rabu (16/02). Bupati mengatakan, pihaknya sengaja menggelar bedah buku tentang 99 Hari Program Bupati dan Wakil Bupati sebagai upaya untuk memberikan ruang gerak dan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan pemeritahan Kabupaten Sumenep. Dengan kegiatan bedah buku tersebut, diharapkan terbangun kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan. ”Selain itu dengan bedah buku 99 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati juga sebagai sarana untuk menampung aspirasi saran dan masukan dari masyarakat, untuk kepentingan peningkatan pembangunan masyarakat disegala bidang. Karenanya, dalam kegiatan tersebut, saya mengundang pakar dan semua elemen masyarakat yang hakikatnya hanya untuk meminta saran dan masukan,”tegasnya. Bupati menyatakan, selama program 99 hari kerja yang menjadi fokus rencana program proritas sektor pembangunan, diantaranya pelayaanan publik, pangan, perekonomian, infrastruktur, birokrasi dan regulasi (Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati). Dari program tersebut telah dilakukan pendalaman dengan melakukan koordinasi dan pengiriman usulan pada pemerintah propinsi dan pusat, dengan melibatkan instansi terkait, diantaranya usulan pembangunan Pasar Anom Baru pada Kementerian Perdagangan RI, pangajuan dana stimulus pengembangan pasar pada Kementerian Keuangan, pengajuan dana penanggulangan pasca bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pengajuan dana pembangunan infra struktur prasarana daerah pada Panitia Kerja (Panja) Belanja Daerah DPR-RI, serta permohonan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni pada Kementerian Sosial RI, permohonan bantuan KUBE pada Direktorat Jendral Pemberdayaan Sosial RI, permohonan bantuan rehabilitasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah pada Kementerian Sosial RI, permohonan dana jaminan sosial bagi penyandang cacat berat pada Diretorat Jendral Pelayanan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, dan permohonan bantuan penyandang cacat penyakit kronis eks kusta dan balita gizi buruk pada Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur. ”Bahkan, kami juga telah melakukan pengajuan dana pembangunan gedung sarana olahraga pada Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, permohonan revitalisasi dan pengembangan Museum Keraton Sumenep, pada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, permohonan revitalisasi Benteng Kalimo’ok pada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI dan proposal bantuan hibah kapal pada Gubenur Jawa Timur, serta usulan pembangunan rehabilitasi pada Gubernur Jawa Timur, yakni dermaga penyeberangan Kalianget-Talango, dermaga perahu Kapedi, dermaga perahu Dasuk dan dermaga perahu Pagarbatu,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )