Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-08-2016
  • 614 Kali

Pemkab Sumenep Apresiasi Tinggi Pelestarian Pusaka

News Room, Senin ( 15/08 ) Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep angkat topi terhadap upaya pelestarian pusaka di Kota ujung Timur Pulau Madura ini. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi saat memberi sambutan di acara Pameran Akbar Pusaka se Madura di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Pajagalan, Sabtu (13/08).

"Malah ke depan, saya tak hanya bermimpi adanya Pameran Akbar pusaka Madura se Indonesia atau dihadiri oleh warga dari Sabang sampai Merauke, tapi berharap diikuti oleh kalangan pemerhati pusaka dari manca negara,"kata Wabup. 

Fauzi beralasan, pusaka Madura, khususnya Sumenep, ternyata banyak terdapat di luar negeri. Seperti misalnya Negara Belanda. Pusaka-pusaka itu sudah berpindah tangan tanpa sebab garis keturunan. 

"Malah saya tahu sendiri, di Itali ada yang memiliki pusaka dari sini,"katanya, dengan mimik heran. 

Selepas memberi sambutan, Wabup lantas diajak panitia dan pakar pusaka Sumenep untuk melihat ragam pusaka peninggalan keraton Sumenep. Tak kurang dari sepuluh pusaka "berjuluk" dipajang di tempat khusus. Semuanya berjenis keris, kecuali satu berbentuk golok. 

"Ini semua kebanyakan merupakan peninggalan Sultan Abdurrahman. Sebagain kecil adalah milik ayahnya, Panembahan Sumolo,"kata R. Abdurrahman, salah satu pakar pusaka Sumenep dari keluarga keraton. 

Sepuluh pusaka tersebut memiliki julukan khusus, disamping istilah umumnya sebagai kelompok pusaka jenengan dalem. Seperti julukan Nogo Besuki, Se Salendang, Se Sa ang, Se Bukabu, dan lain-lain. Jenengan dalem merupakan pusaka yang dibikin dan digunakan para Raja Sumenep di masa Sultan Abdurrahman Pakunataningrat atau penguasa sebelumnya. 

"Se Bukabu ini konon hadiah dari kalebun Bukabu kepada Sultan Abdurrahman,"kata Abdurrahman menjelaskan pada Wabup. 

Selepas Fauzi, Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si ikut menyempatkan diri hadir di acara tersebut. Berjalan kaki dari pendapa, KH. Busyro yang juga ditemani salah satu anaknya, lantas diajak panitia untuk melihat pusaka dalem dengan dipandu Abdurrahman. 

Bupati 2 periode ini rupanya paham pusaka. Saat salah satu panitia menyodorkan keris miliknya yang ikut dipajang, Busyro berkomentar singkat. "Sepertinya masih merokok ini empunya, sekarang,"katanya disambut gelak tawa hadirin di situ. 

Istilah "masih merokok" merujuk pada barang baru. Artinya pusaka tersebut merupakan karya pengrajin masa kini yang dikemas menjadi seolah barang kuna, sehingga bagi kalangan yang tidak paham pusaka akan sulit untuk membedakannya.

"Ya itu benar. Pusakanya baru,"bisik Abdurrahman pada Media Center, saat diminta komentar dari guyonan Bupati. 

Perlu diketahui, Pameran Akbar tersebut diprakarsai oleh Perkumpulan Pusaka Sumenep "Karaton", dan direncanakan akan berlangsung selama sepekan. Karena se Madura, tentu saja beragam jenis pusaka dari 3 Kabupaten lainnya juga ikut meramaikan. 

"Kita berharap masyarakat umum juga ikut memberikan apresiasi positif. Karena ini bagian dari kearifan lokal yang harus dijaga kelestariannya,"tutup Abdurrahman. ( Farhan, Esha )