umenep-Infokom News Room : Penilaian LSM Insani dan Persatuan Famili Sumenep (Perfas) Panembahan Sumolo, tentang keberadaan Taman Sare Pendopo Agung Sumenep yang saat ini kondisinya memperhatinkan, akibat pengaspalan dan pengeboran di lokasi Pendopo Agung itu, sehingga volume air Taman Sare tersebut menyusut sekitar I meter dan airnya keruh. Menurut Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si, pengaspalan jalan di sekitar Pendopo Agung itu tidak mutlak sebagai penyebab penyusutan air di Taman Sare, sebab penyerapan air hujan di sekitar Pendopo kapasitasnya tidak terlalu besar, dibandingkan penyerapan pohon di hutan sekitar Kota Sumenep. Namun menurut Bupati, karena kondisi hutan mulai gundul, maka daya serap air hujan mulai berkurang, sehingga secara geografis kurangnya penyerapan pohon di hutan terhadap air hujan itu berdampak terhadap sumber air yang ada di Taman Sare. Disinggung susutnya air itu diakibatkan adanya pengeboran air, Bupati Endro Siswantoro menuturkan, sejauh ini mengenai hal itu masih dalam taraf penyelidikan pihaknya, apakah mempunyai dampak terhadap susutnya air di Taman Sare tersebut. Hanya saja, penyedotan air yang dilakukan PDAM tidak terlalu besar, sebab kebutuhan air PDAM itu merupakan kebutuhan masyarakat, utamanya pelanggan air PDAM tidak maksimal. Disamping itu cuaca dimusim kemarau juga penyebab dari susutnya air di Taman Sare itu. Bupati menandaskan, agar kondisi Taman Sare yang merupakan Cagar Budaya Sumenep tetap lestari, maka dalam waktu dekat sebagai antisipasi akan dilakukan reboisasi di sekitar Pendopo Agung dan hutan gundul termasuk pembersihan lumut di Taman Sare. Bahkan Bupati menjelaskan, perbaikan sarana dan prasarana Cagar Budaya itu tidak hanya sekedar di lokasi Pendopo saja, sebab di tempat lain juga memerlukan perawatan dan perbaikan. Namun demikian Bupati Endro Siswantoro merasa bangga atas perhatian elemen masyarakat, baik LSM maupun Perfas terhadap aset budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang kita. ( Yasik, Esha )