News Room, Selasa ( 05/01 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana melakukan koordinasi dengan Pertamina Depo Camplong, setelah terbakarnya Kapal Layar Motor (KLM) pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dermaga Rakyat Desa Gresik Putih Kecamatan Kalianget, Senin (04/01) sore kemarin. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, H. Achmad Sadik, S.Sos mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya memang berencana melakukan koordianasi dengan Pertamina Depo Camplong untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di kepulauan Kangean. Pihaknya mengupayakan agar Pertamina Depo Camplong memberikan kesempatan pada pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS), untuk melakukan penebusan BBM lagi demi mencegah kelangkaan BBM. â€ÂPada intinya kami mendukung APMS untuk menebus lagi BBM ke Pertamina Depo Camplong. Sebab, dengan musibah kebakaran itu sangat mengkhawatirkan di kepulauan Kangean terjadi kelangkaan BBM,â€Âtegasnya. H. Achmad Sadik menyatakan, saat ini pihaknya mengupayakan untuk meminta laporan kecelakaan kapal motor layar pengangkut BBM itu, sebagai dasar permohonan permintaan pembelian BBM yang baru. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat bisa menghemat penggunaan BBM sebelum ada penebusan BBM yang baru, sehingga kebutuhan BBM sementara waktu masih bisa terpenuhi. â€ÂSemua masyarakat harus menyadari, bahwa ini sebuah musibah, sehingga kami harapkan masyarakat tidak bergejolak mempersoalkan persediaan BBM, â€Âungkapnya. Sementara itu jatah BBM di APMS Kecamatan Arjasa setiap bulan mencapai 250 ton BBM, yang rinciannya untuk jenis bensin sebanyak 225 ton, dan jenis solar sebanyak 25 ton. ( Yasik, Esha )