Media Center, Jum’at ( 18/08 ) Pemerintah
Kabupaten Sumenep siap membantu warga binaan Rumah Tahanan Negara
(Rutan) Kelas II B Sumenep untuk mengembangkan bakat dan kreatifitasnya,
buktinya Pemerintah Kabupaten Sumenep memprogramkan bantuan peralatan
untuk Rutan itu.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si
mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil kerajinan warga binaan
Rutan Sumenep, baik itu batik tulis, membuat pecut dan karya lainnya.
Karena itu, pihaknya berjanji untuk memberikan sejumlah bantuan
peralatan, guna menunjang bakat dan kreatifitas warga binaan Rutan
Sumenep.
“Kami sudah memprogramkan untuk memberikan bantuan kepada
Rutan Kelas II B Sumenep berupa mesin jahit, peralatan untuk membatik
dan peralatan perbengkelan. Kami mengagendakan penyerahan bantuan itu
dilaksanakan pada bulan Oktober tahun ini.”kata Bupati.
Bupati
beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana
Busyro, dan Wakil Bupati, Achmad Fauzi ketika menghadiri acara di Rutan
Kelas II B Sumenep, melihat secara langsung proses dan hasil karya warga
binaan, seperti saat acara penyerahan remisi Hari Kemerdekaan, Kamis
(17/08) kemarin. Sejumlah hasil karya warga binaan terpajang dalam
kantor itu, bahkan sejumlah warga binaan sedang mengerjakan karyanya.
Bupati
menyatakan, pihaknya tidak hanya sekedar memberikan bantuan peralatan
semata, namun juga siap untuk mempromosikan sekaligus memasarkan hasil
kerajinan warga binaan itu. Itu dilakukan, agar hasil karya warga binaan
bisa laku terjual hingga ke masyarakat luas, baik
masyarakat di Kabupaten Sumenep maupun di luar Kabupaten Sumenep.
“Kami
minta warga binaan untuk menciptakan kreatifitasnya melalui hasil karya
dan kami siap memasarkannya kepada masyarakat, jadi perbanyak hasil
karyanya apapun hasilnya.”tegasnya.
Bupati mengungkapkan, selama ini
jajaran di Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah ikut memasarkan hasil
kerajinan warga binaan Rutan, seperti yang dilakukan Tim Penggerak PKK
Kabupaten Sumenep memesan sejumlah hasil kerajinan warga binaan ketika
ada acara di luar daerah.
“Ini salah satu cara yang telah dilakukan
jajaran kami, dan untuk selanjutnya kami melalui Dinas Perindusterian
dan Perdagangan yang menangani pemasaran hasil karya warga binaan. (
Yasik, Esha )