News Room, Sabtu ( 19/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerukan pengusaha perhotelan untuk mempertahankan kultur masyarakat dalam mengelola usahanya. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, SE mengatakan, pengusaha perhotelan harus menunjungjung tinggi nilai dan norma budaya masyarakat Sumenep, agar dalam menjalankan dunia usaha perhotelan tidak menimbulkan pertentangan dari warga masyarakat. Yang menjadi perhatian pengusaha hotel, yakni harus menciptakan dunia usaha perhotelan yang berbudaya, dengan tidak menyediakan kamar sewaan untuk perbuatan mesum di hotelnya. â€ÂPengusaha perhotelan harus tegas melarang tamunya, agar tidak menyewa kamar hotelnya seenaknya untuk dijadikan tempat kegiatan maksiat. Sebab, jika itu terjadi, bukan hanya instansinya yang menindak tegas, tapi juga warga masyarakat yang menentangnya,â€Âtegasnya. H. Moh. Nasir menyatakan, pihaknya tidak mempersulit bagi warga masyarakat yang ingin mendirikan usaha perhotelan, sebab saat ini angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep meningkat tajam, setelah beropersainya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sumenep sangat membutuhkan pelayanan vaslitas penginapan. ( Yasik, Esha )