Sumenep-Infokom News Room : Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2006-2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2006-2011, Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk merumuskan program pembangunan masyarakat kearah yang lebih baik, dengan melibatkan konsultan khusus. Karena rentang waktu penyusunannya selama 3 bulan, setelah pelantikan Bupati terpilih, Selasa (03/10) di Kantor Bupati Sumenep, digelar rapat tentang membahasan RPJPD dan RPJMD yang dipimpin Asisten Pembangunan dan Keuangan, Ir. H. Soengkono Sidik, S.sos, MM yang difokuskan pada penyusunan RPJMD. Konsultan, Drs. Bagong Suyanto, M.Si Ketua Laboratorium Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam pemaparannya mengatakan, meski Mendagri menghimbau penyusunan program itu mengacu pada RPJP dan RPJM Nasional dan Propinsi, namun karena seiring otonomi daerah yang menghendaki perencanaan yang konseptual, penyusunan RPJMD Kabupaten Sumenep yang terpenting forsi terbesarnya berdasarkan pada kebutuhan riil masyarakat. Sedangkan persoalan yang harus segera ditangani dalam penyusunan RPJMD dan perlu diprogramkan pemerintah daerah diantaranya kesenjangan sosial masyarakat kepulauan dan daratan, jumlah penduduk miskin dan pendidikan. Hanya saja, pihaknya optimis persoalan itu dapat diatasi pemerintah daerah, alasannya, dengan adanya peluang seperti konsistensi pelaksanaan kebijakan yang berpijak kepada kesejahteraan rakyat yang tercermin dalam rencana dan program pembangunan di lapangan, adanya kontrol yang kuat dari masyarakat, baik LSM dan media dan banyaknya potensi SDA yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Dijelaskan pula, guna mengantisipasi munculnya persoalan 5 tahun kedepan, program pembangunan daerah diprioritaskan untuk penguatan sistem ekonomi kerakyatan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan dalam rangka pemulihan kondisi ekonomi dan penangulangan kemiskinan, mempercepat pembangunan wilayah kepuluan untuk mengejar ketertinggalan dari daratan secara professional, menyempurnakan sistem pendidikan untuk mengembangkan SDM yang berorentasi pada keahlian dan ketrampilan yang dilandasi nilai-nilai agama dan budaya, menyediakan infra struktur pembangunan, kebutuhan dasar pembangunan masyarakat serta peningkatan efektifitas penyelenggaraan pemerintah dan penegakan hukum. Sedangkan strategi mewujudkan program itu, diantaranya strategi yang pelaksanaan pembangunan yang berbasis komunitas lokal, orientasi pemberdayaan semua program pembangunan dan pengembangan asuransi sosial. ( Yasik, Esha )