Media Center, Sabtu ( 03/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung kesepakatan kerja sama atau MoU antara Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumenep dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB setempat.
Pasalnya dengan kesepakatan kerja sama itu bisa meningkatkan keterampilan warga binaan dalam rangka mengembangkan usaha membatik, sehingga bisa bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kami (Pemkab) Sumenep men-support kerja sama HIMPI dan Rutan Kelas IIB Sumenep itu, karena dampaknya sangat positif sebagai upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk peningkatan ekonomi,” kata Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd.I di sela-sela penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU BPC HIPMI Kabupaten Sumenep dan Rutan Kelas IIB Sumenep, di Rutan setempat, Sabtu (03/04/2021).
Warga binaan yang telah memiliki keterampilan membatik diharapkan benar-benar memanfaatkannya untuk membuka usaha, dalam rangka mendapatkan penghasilan baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya, supaya tidak lagi melakukan perbuatan melawan hukum seperti sebelumnya.
“Warga binaan dengan bekal keterampilan itu bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melawan hukum,” paparnya.
Ia berharap, HIPMI Sumenep terus ikut andil melakukan penyiapan sumber daya masyarakat dengan memberikan pembinaan dan pelatihan guna mengembangkan ekonomi kreatif, mengingat pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Yang jelas, MoU itu menunjukkan bahwa warga binaan tidak merasa ditinggalkan, karena pemerintah dan HIPMI selalu hadir untuk memberikan motivasi dan keterampilan yang mempunyai peluang ekonomi kreatif,” jelas Wakil Bupati Dewi Khalifah.
Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sumenep Achmad Yunus dan Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Viverdi Anggoro disaksikan langsung Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd.I.
Sementara, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sumenep, Achmad Yunus mengatakan, pihaknya melakukan kesepakatan kerja sama untuk mengembangkan kerajinan batik karya warga binaan Rutan Kelas IIB Sumenep, dengan memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas produknya, bantuan peralatan dan pemasarannya.
“Kami ingin dengan MoU itu bisa meningkatkan keterampilan warga binaan dan pemasaran karya batiknya, dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian mereka setelah keluar dari Rutan Kelas IIB Sumenep,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )