News Room, Rabu ( 08/02 ) Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memenuhi kebutuhan listrik, khususnya di wilayah yang belum tersentuh aliran listrik, terus dilakukan. Terbukti, di tahun 2017 ini Pemkab setempat mengalokasikan dana sebesar Rp. 7,2 miliar untuk pemerataan listrik di sejumlah desa yang belum teraliri listrik.
Kepala Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep, H. Sabeni, S.T., M.T., kepada wartawan, Rabu (08/02) menjelaskan, dari dana Rp. 7,2 miliar yang disediakan tahun ini akan disebar untuk tiga Kecamatan baik di daratan maupun kepulauan.
“Ini merupakan program pemerataan listrik yang merupakan kelanjutan program kelistrikan yang belum tuntas sebelumnya.” ungkapnya.
Dijelaskan, pemasangan aliran listrik yang akan dilakukan di tiga lokasi berbeda tersebut, yakni untuk pemasangan tiang, penyediaan tanah, rumah mesin, termasuk pembangunan instalisasi jaringan listrik tegangan rendah dan menengah.
Jadi, tegas Sabeni, dari anggaran Rp. 7,2 miliar yang akan dialokasikan di tiga Kecamatan, yakni di Kecamatan Giligenting Pulau Gili Raja sebesar Rp. 4 miliar, Desa Jangkong Kecamatan Batang-batang sebesar Rp. 450 juta dan Desa Gelaman Kecamatan Arjasa sebesar Rp. 950 juta. Kemudian sisanya akan digunakan untuk pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk daratan dan kepulauan.
“Kami berharap, kebijakan ini dapat dirasakan masyarakat dan memberikan kontribusi positif terhadap sektor lain, utamanya dalam kemandirian pangan dan energi yang berimplikasi pada peningkatan pendidikan, kesehatan dan penurunan angka kemiskinan.” tandasnya. ( Ren, Fer )