Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-12-2017
  • 475 Kali

Pemkab Alokasikan Miliaran Rupiah Untuk Pendidikan Siswa

Media Center, Kamis ( 28/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki kepedulian kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Buktinya, melalui Dinas Pendidikan memberikan Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM). Bantuan BKSM itu anggaran dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007 hingga mencapai miliar rupiah.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Idris mengatakan, melalui APBD 2017, pihaknya telah menganggarkan dana BKSM sebesar Rp. 1,5 miliar, untuk 1.958 siswa yang tersebar di 98 lembaga pendidikan swasta yang berhak menerima bantuan.

Masing-masing siswa menerima dana BKSM tahun 2017, sebesar Rp. 780.000,00, karena itu diharapkan penerima bantuan tidak menilai besar kecilnya dana, namun itu sebagai wujud kepedulian Pemerintah Daerah.

“Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap perkembangan siswa, khususnya bagi kalangan tidak mampu, meskipun pengelolaan SMA/SMK menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, namun kami tetap komitmen meningkatkan kualitas pendidikan SMA/SMK,”tutur R. Idris saat penyerahan BKSM tingkat SMA/SMK tahun 2017 di SKD Batuan Sumenep, Kamis (28/12).

Ia menyatakan, Pemerintah Daerah berkomitmen membantu siswa dari keluarga kurang mampu, karena tidak ingin ada anak tidak bersekolah hanya faktor keterbatasan ekonomi, sehingga mengorbankan pendidikan.

“Tidak ada alasan lain bagi anak-anak di Sumenep untuk tidak bersekolah, jangan ada lagi anak-anak di Sumenep yang putus sekolah, apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat putus sekolah tingkat SMA/SMK di Sumenep mencapai 0,62 persen,”tegasnya.

Dia berharap siswa penerima BKSM untuk mengasah minat dan kemampuannya sejak saat ini, agar bisa bersaing dengan siswa lain, karena di era kompetisi saat ini, semuanya sudah terspesialisasi sesuai bidang keahliannya, supaya bisa bersaing dengan lainnya. Bahkan siswa juga menjaga perilaku, budi pekerti dan tata krama sebagai modal kesuksesan masa depan.

“Banyak orang cerdas dan pintar, tetapi masa depannya hancur, karena tidak memegang tinggi etika dan budi pekerti, ironisnya lagi mereka terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba, kenakalan remaja, ikut geng motor hingga akhirnya masa depan menjadi tumbalnya,”pungkas R. Idris. ( Yasik, Esha )