News Room, Jumat ( 02/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajukan subsidi tambahan biaya transportasi pengangkutan pupuk bersubsidi semua jenis, untuk jatah 9 Kecamatan kepulauan kepada pihak produsen pupuk bersubsidi. Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, R. Abd Rahman Riadi, SE, MM, Jum’at (02/03) mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan tambahan biaya transportasi pupuk bersusidi kepada PT. Petrokimia Gresik dan PT. Pupuk Kaltim. Itu dilakukan, supaya penjualan pupuk bersubsidi semua jenis dari distributor pada kelompok petani di Kecamatan kepulauan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena HET di kepulauan saat ini terjadi kenaikan, akibat penambahan biaya transportasi. ”Pengajuan tambahan biaya transportasi pengangkutan pupuk bersubsidi semua jenis pada 2 perusahaan produsen pupuk untuk masing-masing Kecamatan di kepulauan bervariasi. Rincianya, Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan, subsidi tambahan biaya transportasinya sebesar Rp. 180,00 per-kilogram, Kecamatan Sapeken sebesar Rp. 230,00 per-kilogram, Kecamatan Gayam sebesar Rp. 110,00 per-kilogram, Kecamatan Nonggunong sebesar Rp. 10,00 per-kilogram, Kecamatan Ra as sebesar Rp. 160,00 per-kilogram, Kecamatan Masalembu sebesar Rp. 300,00 per-kilogram, Kecamatan Talango sebesar Rp. 55,00 per-kilogram, dan Kecamatan Giligenting sebesar Rp. 100,00 per-kilogram,”tegasnya. Abd. Rahman Riadi menyatakan, dengan penambahan biaya transportasi pupuk bersubsidi semua jenis, jatah untuk Kecamatan kepualuan, HET di Kecamatan setempat sama dengan HET di 8 belas Kecamatan wilayah daratan. Pihaknya saat ini, masih menunggu kepastian dari 2 perusahaan produsen pupuk bersubidi, apakah menyetujui atau sebaliknya menolak permohonan tambahan biaya transportasi tersebut. ”Namun yang jelas, kami berharap perusahaan produsen pupuk bersubsisi itu menyetujui permohonan tambahan biaya transportasi, supaya petani di kepuluan menikmati harga pupuk bersubsidi,”ungkapnya. Sementara itu, berdasarkan data tahun 2012, alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah kepualuan untuk pupuk Urea sebanyak 6.803 ton, SP-36 sebanyak 1.950 ton , ZA sebanyak 36.231 ton, Phonska sebanyak 2.078 ton, dan pupuk organik sebanyak 31 ton. ( Yasik, Esha )