News Room, Rabu ( 21/10 ) Demam batu akik mulai menurun. Hal ini ditandai dengan mulai sepinya peminat batu akik akhir-akhir ini. Fenomena tersebut memang biasa terjadi pada tren musiman.
Disamping sebab beberapa faktor lain, seperti misalnya semakin banyaknya persaingan di kalangan penjual akik, membuat lapak dan kios akik sudah tak seramai sebelumnya. "Apalagi saat ini stok batu akik terus bertambah,"kata Jack, pemilik Lapak Jack Sparrow Gemstone di Jalan Diponegoro, Karangduak, pada News Room.
Meski begitu, Lapak Jack Sparrow Gemstone hingga saat ini seakan tidak begitu terkena imbas dari sepinya peminat akik. Menurut Jack, pihaknya memiliki jaringan di kalangan kelas menengah ke atas. "Kalau kalangan pejabat, atau kiai biasa berlangganan ke sini. Jadi, kita tidak terlalu terkejut dengan keadaan pasar saat ini. Apalagi ini kan memang sifatnya musiman,"aku Jack.
Oleh karena itu, Jack mengaku terus menjaga kualitas. Ya, disamping menjual aneka jenis batu akik, Lapak Jack juga menyediakan ring batu akik dengan berbagai jenis ukuran dan bahan. Batu-batu di lapak Jack juga terlihat dari jenis batu-batu berkelas dan berkualitas baik, seperti batu jenis pirus, bulu macan, permata, dan lainnya, sehingga dibanding lapak lainnya, berdasar pantauan media ini, meski peminat batu akik sudah mulai sepi alias menurun, lapak Jack terlihat lebih ramai pengunjung.
Sementara kolektor akik, Deny Fahrurrazi juga mengakui, jika peminat akik saat ini mulai sepi. Padahal, harga akik sudah tak lagi semeroket saat awal-awal mewabahnya demam akik. "Ya, mungkin karena sudah agak lama, jadi bisa jadi faktor bosan ada. Namun, ada juga yang masih stabil, khususnya di Sumenep ini. Seperti harga batu pirus, dan bulu macan. Karena peminatnya memang tak hanya di saat-saat ini. Terutama pirus,"tutupnya. ( Farhan, Esha )