News Room, Kamis (19/02) Pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009 di Kabupaten Sumenep berlangsung ricuh. Massa dari dua partai politik (parpol) terlibat cekcok, sehingga baku hantam antar pendukung parpol tidak terelakkan. Bahkan, petugas kepolisian setempat yang hendak mengamankan menjadi sasaran massa. Beruntung kekuatan petugas kepolisian akhirnya mampu meredam emosi massa setelah Polres menerjunkan 508 personelnya. Kericuan itu terjadi sejak kampanye Pileg, masa tenang hingga pelaksanaan pencoblosan pemilihan Pileg. Namun, para pendukung parpol tetap bersitegang pada penghitungan suara yang dinilai terdapat kecurangan sejak kampanye hingga penghitungan suara. Akibatnya, massa parpol A menolak hasil suara dan meminta untuk dilakukan Pemilu ulang. Namun, panitia pelaksana Pileg tetap melaksanakan tahapan Pileg yang dinilai telah menggelembungkan hasil suara, sehingga menguntungkan salah satu parpol. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten akhirnya menjadi sasaran massa, dengan melakukan aksi unjuk rasa anarkis. Beruntung kejadian itu tidak memakan banyak korban dan materi, sebab hal itu terjadi di halaman Mapolres Sumenep saat menggelar simulasi pengamanan Pileg 2009, Kamis (19/02) pagi. Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Ary Wahyudi mengatakan, latihan atau simulasi pengamanan Pileg tersebut dimaksudkan menambah kesiapan petugas saat pelaksanaan Pileg mendatang, agar semua anggota Polri yang dibantu dari Kodim dan unsur lain yang terkait mampu menjaga keamanan dan situasi tetap kondusif. “Kami cuma berharap dengan kegiatan ini, personel Polri akan cepat tanggap, jika terjadi kericuhan pada saat pelaksanaan Pileg 2009 berlangsung, mulai dari masa kampanye, masa tenang hingga pencoblosan. Bahkan, pasca pelaksanaan penghitungan suara,â€Âkata Ary pada wartawan di ruang lobi Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (19/02). Ia mengaku, simulasi pengamanan Pileg memang sengaja dibuat ricuh, sebab diharapkan petugas pengamanan Pileg nanti menambah kemampuan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Dalam kegiatan gladi lapangan Operasi Mantap Brata 2009, untuk pengamanan Pileg 2009, juga melibatkan anggota Kodim 0827, dan anggota Linmas se Kabupaten Sumenep. ( Nita, Esha )