Media Center, Kamis (11/11) Sektor Ekonomi Kreatif di Jawa Timur ternyata menyimpan potensi yang luar biasa. Meski begitu, potensi yang luar biasa tersebut tentunya membutuhkan intervensi pemerintah, utamanya dari segi produksi, pembiayaan, dan pemasarannya.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur Iwan, S.Hut., MM dalam kegiatan Rapat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Jawa Timur Tahun 2021, yang diikuti oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep secara daring, Kamis (11/11/2021).
Dalam kesempatan itu, Iwan berharap melalui rapat tersebut, Industri Kreatif yang tersebar di Jawa Timur dapat dipetakan sesuai karakteristik dan kearifan lokal masing-masing daerah.
“Dari sana sekaligus diharapkan bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai arah kebijakan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia dan Jawa Timur," ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan menyampaikan, bahwa dengan rumusan kebijakan yang tepat, dapat menumbuhkembangkan potensi ekonomi kreatif di Jawa Timur. Sehingga bisa menjadi semakin berkembang dan bisa bersaing dengan sektor industri lain.
Berkenaan dengan tantangan pandemi Covid-19 yang memberikan pukulan terhadap perekonomian, termasuk pada sektor ekonomi kreatif, Iwan mengupayakan tiga hal yang harus terus diupayakan.
Pertama, memanfaatkan teknologi dan informasi. Pelaku ekonomi kreatif dituntut adaptif dalam mengembangkan dan menyalurkan karya-karyanya melalui pemanfaatan teknologi dan informasi.
“Sikap adaptif terhadap perubahan dengan memanfaatkan teknologi dan informasi akan memegang peranan penting bagi masa depan ekonomi kreatif," terangnya.
Kedua, ekonomi kreatif harus berkolaborasi. Kolaborasi, disebut Iwan, merupakan salah satu cara paling populer untuk saat ini. Karena dalam skema kolaborasi, antar pelaku ekonomi kreatif dapat berbagi ide dan sumber daya yang dimiliki, dengan tujuan memperkuat karya dan kreativitas masing-masing.
Ketiga, pelaku ekonomi kreatif harus mampu meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan fleksibilitas. Sebab, sifat kreatif dan inovatif akan muncul jika memiliki kompetensi dan keterampilan.
“Kompetensi dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif harus terus diasah, ekonomi kreatif memiliki masa depan yang sangat cerah karena kreativitas menjadi salah satu skill yang paling dibutuhkan pada pekerjaan masa depan," pesannya.
“Di era revolusi industri 4.0 ini akan banyak tumbuh pekerjaan-pekerjaan baru dan skill baru, yang utamanya berkaitan dengan teknologi informasi dan ekonomi kreatif. Jadi ketika perekonomian semakin pulih dari pandemi, sektor ekonomi kreatif akan kembali booming dan tumbuh dengan pesat di masa yang akan datang," pungkasnya.
(Miko, Han)